• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jokowi Optimis Investasi di Blok Masela Mulai Produksi 2027

by Redaksi Asiatoday
July 18, 2019
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jokowi Optimis Investasi di Blok Masela Mulai Produksi 2027 1

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyikapi secara khusus investasi di Blok Masela, Tanimbar, Maluku. Pasalnya, investasi yang diperkirakan mencapai US$42 miliar hingga 2055 itu sangat berarti bagi Indonesia.

Investasi itu akan dilakukan oleh korporasi Jepang, Inpex Corporation dan korporasi Amerika Serikat, Shell.

Menurut Jokowi, pengembangan proyek minyak dan gas di blok ini sudah mendapatkan persetujuan pemerintah. Negosisasi alot antara pemerintah dan Inpex sudah selesai.

RelatedPosts

Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

“Rencana pengembangan Blok Masela yang termasuk di dalamnya soal kandungan lokal dan penggunaan tenaga kerja asli daerah setempat telah pula disepakati,” kata Jokowi, Kamis (18/7/2019).

Jokowi juga mengatakan, blok minyak dan gas (Migas) Masela akan mulai berproduksi pada 2027 mendatang.

“Sesuai laporan SKK Migas, target produksi blok Masela akan dimulai pada tahun 2027. Indonesia akan menerima selain porsi besar dari proyek ini, juga dampak gandanya, seperti industri petrokimia yang juga dibangun mengikuti proyek Blok Masela,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Kepala Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Mulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda menemui Presiden pada Selasa (16/7/2019).

Dalam pertemuan itu, Jonan memberikan dokumen rencana pengembangan (plan of development/PoD) Lapangan Abadi, Blok Masela yang telah disetujui Pemerintah Indonesia disaksikan oleh Presiden Jokowi.

Inpex Masela Ltd., anak usaha Inpex Corporation, telah menerima persetujuan secara resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai revisi PoD Masela. Inpex akan membangun kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) darat dengan kapasitas 9,5 juta ton per tahun dan gas pipa sebanyak 150 MMscfd. Proyek ini diperkirakan beroperasi pada 2027.

“Investasi yang bernilai besar ini akan sangat berarti bagi Indonesia,” kata Jokowi.

Sebagai tambahan atas persetujuan revisi PoD, Pemerintah juga menyetujui permohonan untuk alokasi tambahan waktu selama 7 tahun dan perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Wilayah Kerja atau Blok Masela selama 20 tahun hingga 2055.

Selanjutnya, Inpex akan terus bekerja bersama Shell sebagai mitra kerja untuk memulai aktivitas persiapan yang diperlukan dalam rangka melaksanakan kegiatan Front End Engineering Design (FEED). Dengan mulainya proyek ini, Pemerintah Indonesia akan menerima investasi sekitar 39 miliar dollar AS dan Inpex sekitar 37 miliar dollar AS. Angka tersebut sudah termasuk 10 persen milik daerah, sehingga Inpex dan Shell hitungannya bisa terima 33,3 miliar dollar AS.

Potensi ini masih bisa dioptimalkan dari dampak multiplier seperti industri petrokimia dan potensi investasi 5 miliar dollar AS di daerah tersebut. Proyek Lapangan Abadi adalah proyek pengembangan LNG skala besar terintegrasi pertama yang dioperasikan oleh INPEX di Indonesia sebagai operator, sesudah Proyek LNG Ichthys di Australia.

Jumlah output gas alam di Lapangan Abadi sebesar 10,5 juta ton per tahun, mencakup sekitar 9,5 juta ton gas alam cair/LNG per tahun, dan memasok penyediaan gas untuk lokal melalui jalur pipa. Untuk kondensatnya, mencapai sekitar 35.000 barel kondensat per hari. SKK sendiri menargetkan blok Masela akan mulai produksi pada 2027.

Jonan mengklaim investasi di Blok Masela ini adalah investasi asing terbesar sejak 1968 dan simbol pembangunan di Indonesia Timur yang berskala global setelah Freeport Indonesia. (AT)

,’;\;\’\’
Tags: Asia BusinessAsia TerkiniBlok MaselaIgnasius JonanInpexInvestasi Minyak dan GasJokowiKESDMMalukuMinyak DuniaShellSKK MigasTakayuki Ueda
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.