• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

JP Morgan: Trump Potensi Terpilih Kembali di Pilpres AS

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Melalui Trump, UEA dan Israel Sepakat Berdamai

Donald Trump. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Putaran Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat tinggal menghitung hari. Dua kandidat yang bertarung Donald Trump dan Joe Biden masing-masing memiliki pendukung garis keras.

Kendati Pilpres belum digelar, namun berbagai analis yang menyebutkan kandidat yang berpeluang terpilih sudah menggelinding.

JPMorgan Chase & Co bahkan mengajak para investor untuk mulai mempersiapkan diri seiring dengan meningkatnya peluang kemenangan kembali Presiden Donald Trump dalam Pilpres mendatang.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Jika peluang taruhan sebelumnya membuat Trump tertinggal jauh di belakang penantangnya Joe Biden, namun, posisi keduanya sekarang hampir seimbang.

Menurut Ahli Strategi JPMorgan Marko Kolanovic, sebagian besar pergerakan ini disebabkan karena dampak pada opini publik tentang protes kekerasan, serta potensi bias dalam jajak pendapat.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, ada pergeseran sekitar 5 hingga 10 poin dalam jajak pendapat dari Demokrat ke Republik jika persepsi protes berubah dari damai menjadi kekerasan.

Orang-orang yang memberikan jawaban yang tidak akurat dapat secara artifisial mengubah jajak pendapat yang mendukung Biden sebesar 5 persen – 6 persen.

“Tentu banyak hal yang bisa terjadi dalam 60 hari ke depan dan dapat mengubah peluang, tetapi saat ini kami yakin bahwa momentum yang mendukung Trump akan terus berlanjut, sementara sebagian besar investor masih diposisikan untuk kemenangan Biden,” demikian Kolanovic dalam laporan tertulisnya, dikutip dari Bloomberg, Rabu (2/9/2020).

“Implikasinya bisa signifikan untuk kinerja faktor, sektor, pemenang/pecundang Covid-19, serta ESG (environment, soscial and governance),” tulisnya.

Keunggulan Biden yang menyempit dalam jajak pendapat membangkitkan ingatan tentang pemilu 2016, ketika penghitungan seperti itu tampaknya pada aliran dukungan bagi Hillary Clinton. Sementara Clinton memenangkan suara populer, Electoral College, tetapi penghitungan antar negara bagian yang menentukan hasil pemilihan dan hasilnya berakhir dengan tegas dalam mendukung Trump.

Kolanovic, yang memperingatkan potensi reli saham setelah pemilihan Trump dan rebound dari posisi terendah yang dipicu Covid-19 awal tahun ini, mengatakan pendorong penting pemilihan dalam beberapa minggu mendatang antara lain; perkembangan pandemi Covid-19 yang terlihat mereda saat pemungutan suara semakin dekat.

Kendati demikian, Kolanovic tidak menguraikan implikasi dari kemenangan Trump itu.

Namun dari catatan bulan Juni, JPMorgan memperkirakan kemenangan Biden akan menyebabkan pelemahan dolar.

Risiko perubahan kebijakan ke arah progresif dapat menyebabkan aset AS berkinerja buruk dan ini akan membuat pergerakan negatif dolar AS, terutama terhadap mata uang yang sering dipakai sebagai cadangan devisa.

Sebelumnya, Kolanovic dan pengamat lainnya melihat Wall Street akan merespon negatif terhadap kemenangan Biden.

Salah satu, kekehawatiran pasar adalah kenaikan pajak yang tidak akan berpengaruh pada penerimaan negara seperti yang diharapkan.

Dia mengungkapkan perusahaan di sektor energi alternatif dan infrastruktur akan menerima manfaat dari kemenangan partai Demokrat tersebut, sementara sektor pertahanan dan keamanan mungkin dapat mengalami tekanan.

Namun, Kolonovic mengungkapkan hasil dari debat dan sikap Demokrat terhadap demonstrasi antikekerasan dapat menjadi kunci dalam pertarungan. (ATN)

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpJoe BidenJP Morgan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.