• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jusuf Kalla Desak Pengembangan Geothermal Indonesia Dipercepat

by Redaksi Asiatoday
August 13, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jusuf Kalla Desak Pengembangan Geothermal Indonesia Dipercepat

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mendesak pengembangan panas bumi sebagai sumber energi listrik dapat dipercepat sehingga pemanfaatannya dapat ditingkatkan menjadi lebih besar lagi dalam porsi bauran energi nasional.

“Geothermal di Indonesia seperti kita tahu bukan hal yang baru, 35 tahun yang lalu Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang sudah beroperasi, jadi PLTP itu bukan hal yang baru sudah 35 tahun yang lalu kita sudah mengenal geothermal di Indonesia. Menyusul kemudian PLTP Dieng, Patuha, Lahendong di Manado, semuanya sudah puluhan tahun,” ujar Jusuf Kalla saat membuka Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2019, di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

IIGCE ke-7 yang dilaksanakan sejak hari ini hingga tanggal 15 Agustus 2019 mendatang mengusung tema “Making Geothermal the Energy of Today”.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut JK, pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi di Indonesia masih sangat lambat. Pemanfaatan panas bumi dengan 35 tahun pengalaman saat ini baru mencapai sekitar 2.000 MW.

“Walaupun sudah 7 kali melaksanakan konvensi ini namun pemanfaatannya masih sangat lambat sekali, sudah tujuh kali melaksanakan pameran dan konvensi hasilnya baru 2.000 MW, padahal telah memiliki 35 tahun pengalaman,” lanjut Wapres.

Masih menurutnya, perkembangan yang lambat juga menimpa sumber-sumber energi terbarukan lainnya bukan hanya panas bumi. Hal ini harus menjadi bahan kajian dan pelajaran bagi Kementerian dan instansi-instansi lainnya untuk mencari cara agar perkembangannya bisa menjadi lebih cepat.

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menambahkan, sumber energi panas bumi yang terbukti ramah terhadap lingkungan, pengembangannya mendapat banyak dukungan dari semua pihak bukan hanya dari Pemerintah saja. Energi panas bumi bukan hanya energi untuk masa kini, tapi juga untuk besok dan untuk generasi selanjutnya.

“Dukungan pengembangan panas bumi sebagai sumber energi mendapat dukungan dari banyak pihak bukan hanya dari Pemerintah, tapi juga dari rakyat Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Arcandra.

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan potensi panas bumi yang terbesar dengan total potensi yang mencapai 25,3 GW dan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Karena potensi besar tersebut, Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi pada tahun 2025 bisa mencapai kurang lebih 7.200 MW.

“Untuk mencapai pemanfaatan energi terbarukan sebanyak yang sudah ditargetkan yakni 23% pada tahun 2025 diperlukan langkah kerja keras kita bahwa 23% itu tidak saja ditulis sebagai landasan kita untuk menuju tujuan tersebut, tapi harus juga bekerja keras untuk mewujudkannya, birokrasi yang sederhana agar pengurusan izin-izin bisa kita pangkas,” pungkas Arcandra. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Energi HijauEnergi Panas BumiGeothermalJusuf Kalla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.