• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kamboja Undang Delegasi Non Politik Myanmar di Pertemuan ASEAN

by Redaksi Asiatoday
February 3, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, PHNOM PENH – Kementerian Luar Negeri Kamboja mengatakan telah mengundang delegasi non politik dari Myanmar untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN (AMM) yang akan digelar bulan ini.

Kamboja menjadi tuan rumah pertemuan menlu ASEAN pada 16 dan 17 Februari mendatang. Kegiatan ini seharusnya digelar pada Januari lalu, namun diundur karena pandemi Covid-19.

Hingga kini, ASEAN belum mencapai konsensus untuk mengundang menteri luar negeri Myanmar – yang ditunjuk junta militer.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Hal ini disebabkan tidak adanya kemajuan dalam rencana perdamaian ASEAN,” kata juru bicara Kemenlu Kamboja, Chum Sounry, sebagaimana dilaporkan Malay Mail, Kamis (3/2/20220.

“Kami mendorong Myanmar untuk diwakili di retret oleh tingkat non-politik daripada membiarkan kursi kosong,” lanjut dia.

Myanmar berada dalam krisis sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih tahun lalu. Sekitar 1.500 warga sipil tewas dalam tindakan keras junta terhadap lawan-lawannya.

Pasukan di pedesaan juga bertempur di berbagai front dengan kelompok-kelompok pro-demokrasi yang telah mengangkat senjata dan pasukan etnis minoritas.

Sebelumnya, Kamboja menyatakan sangat prihatin atas perkembangan di Myanmar. Terlebih adanya laporan kekerasan yang terus berlanjut dan memburuknya situasi kemanusiaan di sana.

“Negara-negara anggota ASEAN menggarisbawahi urgensi penghentian segera kekerasan dan agar semua pihak menahan diri sepenuhnya,” lanjut mereka.

Tahun lalu ASEAN membuat kejutan dengan melarang junta menghadiri pertemuan penting. Langkah ini diambil ASEAN karena gagalnya Myanmar menghormati konsensus perdamaian yang telah disepakati blok tersebut April tahun lalu.

Namun perpecahan atas masalah ini terus berlanjut dan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen bertemu dengan pemimpin militer Min Aung Hlaing di Myanmar pada 7 Januari, sebuah perjalanan yang membuat beberapa tetangga regional khawatir hal itu dapat ditafsirkan sebagai dukungan junta. (ATN)

Tags: Krisis MyanmarKTT ASEAN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.