• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal Ikan China yang Mengangkut 130 Ton Minyak Karam di Perairan Mauritius

by Redaksi Asiatoday
March 9, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kapal Ikan China yang Mengangkut 130 Ton Minyak Karam di Perairan Mauritius

Gambar dari udara yang diambil pada 8 Maret 2021, memperlihatkan kapal penangkap ikan China Lurong Yuan Yu yang kandas di terumbu Pointe-aux-Sables di Port Louis, Mauritius, Minggu (7/3/2021). (Foto: AFP/L'Express Maurice)

ASIATODAY.ID, PORT LOUIS – Sebuah kapal ikan berbendera China yang mengangkut 130 ton minyak, karam di perairan pantai Mauritius.

Otoritas Mauritius telah mengerahkan penjaga pantai dan angkatan bersenjatanya di perairan, Senin (8/3/2021) untuk mengevakuasi kapal, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Barikade pelampung dikerahkan saat kebocoran minyak yang terlihat di sekitar kapal Lurong Yuan Yu yang berbendera China.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Peristiwa kapal karam ini tercatat yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari setahun di lepas pantai Mauritius. Sebelumnya, satu kapal tanker menghantam karang pada Juli tahun lalu. Akibatnya, 1.000 ton bahan bakar bocor dan menimbulkan bencana lingkungan terburuk di negara itu.

Kapten Lurong Yuan Yu mengeluarkan panggilan darurat pada Minggu (7/3) sore dan mengirimkan suar setelah kapal terdampar di Pointe-aux-Sables, di barat laut pulau utama tidak jauh dari ibu kota Port Louis.

Pada Senin, Menteri Perikanan Sudheer Maudhoo mengatakan penyelam telah menemukan “tidak ada kebocoran, tidak ada kerusakan” di lambung kapal dan upaya akan dilakukan untuk mengeluarkan bahan bakar dari palka dengan aman.

“Operasi pemompaan minyak akan dimulai besok, dan akan berlangsung empat hingga lima hari. Aparat juga akan berupaya untuk mengapung kembali kapal penangkap ikan tersebut,” ujarnya.

Menurut pihak berwenang, kapal pukat itu membawa 130 ton bahan bakar minyak dan 5 ton pelumas. Jejak minyak yang sebelumnya terlihat di sekitar kapal bukanlah “minyak berat” tapi mungkin pelumas.

Rekaman drone menunjukkan gumpalan gelap di perairan Samudra Hindia dekat kapal. kepada kantor berita AFP, penduduk mengatakan bahwa mereka melihat bahan bakar tumpah di pantai. (ATN)

Tags: Kapal ChinaMauritus
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.