• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal-kapal China Mulai Bergerak Masuk di Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah

by Redaksi Asiatoday
March 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kapal-kapal China Mulai Bergerak Masuk di Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah

Aktivitas kapal Cargo di Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah. Dok

ASIATODAY.ID, SEMARANG – Pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) belum berlalu, namun kapal-kapal dari China mulai bergerak masuk di Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea Cukai Tipe Madya Tanjung Emas mencatat, sejak dua pekan terakhir kapal kargo yang berasal dari pelabuhan-pelabuhan utama China seperti Shanghai dan Sekhou mulai bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

“Pada 2 pekan terakhir ini, ada 4 kapal kargo dari China sandar di Tanjung Emas membawa 2.808 container,” terang Kepala KPPBC Tipe Madya Tanjung Emas Anton Martin, Selasa (24/3/2020).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Menurut Anton, kedatangan kapal-kapal China ini menunjukkan bahwa ekonomi di China mulai pulih pasca wabah coronavirus melanda negeri itu.

Sementara di Jawa Tengah dan di Indonesia pada umumnya, kekhawatiran meluasnya wabah coronavirus masih berlangsung.

Hadirnya kapal-kapal ini kata dia, sedikit melegakan karena kapal-kapal ini membawa barang untuk kepentingan industri seperti bahan baku penolong, barang modal dan barang konsumsi.

“Kondisi disini relatif mulai normal. Dari China biasanya ada 2 kapal per pekan masuk di pelabuhan ini,” terangnya.

Anton menjelaskan, berdasarkan data mingguan sampai dengan 22 Maret 2020, tren impor-ekspor dari sisi nilai impor/devisa ekspor via pelabuhan Tanjung Emas juga mulai terjadi peningkatan. Bahkan jika dibandingkan tahun lalu pun masih relatif terkendali apalagi situasi dan kondisi di China yang sudah mulai pulih.

“Total nilai impor hingga tanggal 22 Maret mencapai Rp1,98 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan pekan ke pertama dan kedua Maret yang masing-masing senilai Rp1,3 triliun dan Rp1,6 triliun,” jelasnya.

Sedangkan, devisa ekspor yang tercatat di KPPBC Tipe Madya Tanjung Emas sampai pekan ketiga Maret 2020 mencapai Rp2 triliun. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona IndonesiaCOVID-19Kerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.