• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal Tanker Ditangkap, Iran Protes Pemerintah Indonesia

by Redaksi Asiatoday
January 25, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kapal Tanker Ditangkap, Iran Protes Pemerintah Indonesia

Bakamla RI amankan kapal tanker berbendera Iran dan Panama. Dok Bakamla

ASIATODAY.ID, TEHERAN – Pemerintah Teheran meminta penjelasan dari Pemerintah Indonesia terkait penyitaan kapal tanker berbendera Iran.

Permintaan ini disampaikan sehari setelah Indonesia mengatakan telah menyita kapal tanker berbendera Iran dan Panama di perairannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengungkapkan penyitaan itu terjadi karena masalah teknis yang kerap terjadi di bidang perkapalan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Organisasi Pelabuhan kami dan perusahaan pemilik kapal sedang mencari penyebab masalah ini dan menyelesaikannya,” kata Khatibzadeh, dilansir dari CNA, Senin (25/1/2021).

Pada akhir pekan kemarin, Badan Keamanan Laut (Bakamla) telah menyita kapal tanker MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama atas dugaan transfer minyak ilegal di perairan lepas provinsi Kalimantan. Namun, menurut Khatibzadeh kapal tersebut memiliki masalah teknis.

“Kapal tanker pertama kali terdeteksi pada pukul 05.30 pagi waktu setempat, menyembunyikan identitas mereka dengan tidak menunjukkan bendera nasional mereka, mematikan sistem identifikasi otomatis dan tidak menanggapi panggilan radio,” kata juru bicara Bakamla, Wisnu Pramandita.

Wisnu menuturkan jika kapal-kapal itu ‘tertangkap tangan’ memindahkan minyak dari MT Horse ke MT Freya. Ia menambahkan, bukti tudingan mereka adalah adanya tumpahan minyak di sekitar kapal tanker penerima.

Ia menambahkan 61 awak kapal itu adalah warga negara Iran dan China. Semuanya kini sedang ditahan.

Organisasi Maritim Internasional mengharuskan kapal menggunakan transponder untuk keselamatan dan transparansi. Awak kapal bisa mematikan perangkat jika ada bahaya pembajakan.

Namun, transponder sering kali ditutup untuk menyembunyikan lokasi kapal selama aktivitas terlarang dilakukan. Kedua supertanker ini masing-masing dapat membawa 2 juta barel minyak. (ATN)

Tags: Kapal Tanker IranKapal Tanker PanamaKerjasama Indonesia - Iran
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.