• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Karhutla di Indonesia, Jutaan Spesies Punah dan Tambah Pemanasan Global

by Redaksi Asiatoday
September 23, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Karhutla di Indonesia, Jutaan Spesies Punah dan Tambah Pemanasan Global

ASIATODAY.ID, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Sumatra dan Kalimantan, tidak hanya berdampak bagi Indonesia, namun juga berdampak global.

Direktur Program Yayasan IAR Indonesia Karmele L. Sanchez mengatakan jutaan hektare lahan yang terbakar di Indonesia telah menambah angka pemanasan global.

“Akibat kebakaran gambut, green house emisi bertambah, dan akibatnya pamanasan global semakin bertambah,” terang Karmele, melalui siaran pers yang diterima asiatoday.id, Senin (23/9/2019).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Karmele, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera adalah satu bukti nyata tentang krisis mengenai perubahan iklim dan kepunahan masal di seluruh dunia.

Yayasan IAR bersama BKSDA selama ini intens melakukan penyelamatan terhadap spesies Orang Utan yang terdesak akibat meluasnya Karhutla.

Karmele meyakini, selain Orang Utan, ada lagi jutaan spesies satwa dan tumbuhan yang terbakar dan tak sempat diselamatkan. Kebakaran tumbuhan kata Karmele menyebabkan krisis mengenai perubahan iklim.

Karleme menilai Karhutla di Kalimantan dan Sumatra harusnya tidak hanya ditangani oleh Indonesia, tapi bahkan oleh negara-negara di dunia.

“Pemerintah dari seluruh dunia harus bergerak mulai dari sekarang sebelum semuanya terlambat untuk mengatasi masalah ini,” ucap Karmele.

Karmele memandang, negara-negara luar terlebih negara tetangga yang terkena dampak langsung kabut asap kiriman Karhutla Indonesi harus turut bersumbangsih menyelesaikan persoalan.

“Karena urusan iklim kata dia tidak hanya menjadi tanggung jawab satu negara saja,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana Kabut AsapDarurat AsapKarhutla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.