• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kebakaran Hutan di Australia Meninggalkan Jejak Buruk di Atmosfer

by Redaksi Asiatoday
April 14, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Australia Darurat Kebakaran Hutan, Warga Diminta Mengungsi

Kebakaran hutan di Australia. Dok

ASIATODAY.ID, CANBERRA – Sebuah penelitian terhadap dampak dari kebakaran semak-semak Black Summer Australia antara 2019 dan 2020 mengungkap gambaran yang mengerikan di atmosfer.

Dalam simulasi yang dilakukan ilmuwan, kebakaran yang terburuk dalam sejarah Australia itu mengirimkan satu triliun gram partikel asap sampai stratosfer bumi.

Dalam studi baru yang dipimpin Pengfei Yu dari Universitas Jinan China, para ilmuwan mensimulasikan bahwa peristiwa itu menunjukkan kebakaran hutan terburuk yang meninggalkan dampak cukup lama di langit kawasan itu.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Kebakaran hutan yang ekstrim dapat menyuntikkan asap ke troposfer atas dan bahkan ke stratosfer di bawah kondisi meteorologi yang kurang menguntungkan,” tulis para peneliti dalam makalah mereka seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (14/4/2021).

Dalam kasus kebakaran Black Summer, api mengirimkan hampir satu triliun gram partikel asap ke stratosfer, yang menurut para peneliti merupakan jumlah terbesar yang pernah didokumentasikan di era satelit.

“Semakin tinggi asap yang disuntikkan, semakin lama asap itu bertahan dan semakin luas jangkauannya,” jelas Yu.

Massa asap ini terdiri dari berbagai jenis partikel asap, termasuk organik carbon (OC) — yang mencakup Brown carbon, alias BrC –, dan black carbon (BC). Masing-masing memiliki efek perangkap panas yang berbeda di atmosfer, dengan BC sebagai perangkap panas paling banyak.

Menurut perhitungan para peneliti, asap Black Summer terdiri dari sekitar 2,5 persen karbon hitam, yang membantu memberikan efek pemanasan di stratosfer yang berlangsung selama sisa tahun ini.

“Simulasi menunjukkan bahwa asap tetap berada di stratosfer selama tahun 2020 dan secara terukur menghangatkan stratosfer sekitar 1-2 K (Kelvin, setara di sini dengan 1-2 derajat Celcius) selama lebih dari enam bulan,” tim menjelaskan.

Selain memanaskan stratosfer, para peneliti mengatakan asap kebakaran yang sangat lama ini juga akan mengurangi lapisan ozon di stratosfer, menghancurkan molekul ozon di garis lintang menengah-atas di belahan bumi selatan, dan kemungkinan membuat lubang ozon. (ATN)

Tags: Kebakaran Hutan AustraliaOzonSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.