• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kebakaran Hutan di Riau Jadi Petaka Bagi Kelangsungan Hidup Flora dan Fauna

by Redaksi Asiatoday
March 5, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kebakaran Hutan di Riau Jadi Petaka Bagi Kelangsungan Hidup Flora dan Fauna

Ular Piton (Phyton) ditemukan mati terbakar di Pekanbaru, Riau. ist

ASIATODAY.ID, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pekanbaru, Riau tidak hanya menjadi mimpi buruk bagi penduduk setempat, namun kebakaran itu juga jadi malapetaka bagi habitat dan kelangsungan hidup spesies flora dan fauna.

Seekor induk Ular Piton bahkan ditemukan mati dalam kondisi menyedihkan. Satwa ini mati terbakar dengan posisi sedang melindungi 20 butir telurnya.

“Ular Piton sepanjang 4,5 meter itu ditemukan dalam keadaan mati terpanggang oleh Tim Gabungan terdiri dari Polri, TNI, dan BPBD Kota Pekanbaru bersama dengan 20 butir telurnya, saat sedang berjuang memadamkan api Karhutla sejak Senin pagi,” ujar Sunarto melalui keterangannya, yang diterima Kamis (5/3/2020).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Sunarto, kebakaran ini tidak hanya merugikan manusia, tapi juga mahluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan. Hampir, setengah hektar hutan terbakar di sekitar lokasi Ular Piton itu.

“Karhutla menjadi bencana ekologis, hilangnya binatang-binatang, tanaman-tanaman khas suatu daerah, terutama di Riau,” jelas Sunarto.

Sunarto menjelaskan, sejauh ini upaya pemadaman madih terus dilakukan jajaran Kepolisian, TNI, dan stakeholder lainnya.

“Petugas Gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, Perusahaan, dan Relawan Pemadam Karhutla seminggu terakhir masih berjibaku di lapangan untuk padamkan api di beberapa titik di Riau seperti di Rangsang, Kepulauan Meranti dan Rupat, Bengkalis,” urai Sunarto.

“Pada saat siang hari, semua titik api telah kita padamkan dan tangani bahkan sempat hilang dari pantauan satelit, namun tiba-tiba menjadi bertambah dan meluas di malam hari. Padahal seharusnya dengan kondisi suhu rendah, kecil kemungkinan titik api makin meluas. Hal ini perlu menjadi fokus dan penanganan secara bersama para stakeholder terkait,” imbuhnya.

Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru F Zabua mengatakan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai setengah hektare. Belum dipastikan penyebab kebakaran lahan ini dan hingga kini masih dalam penyelidikan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana EkologiFlora dan FaunaKarhutlaKarhutla RiauKebakaran Hutan dan LahanSpesies Langka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.