• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kebakaran Hutan di Spanyol Hanguskan 4.000 Hektare Lahan, 1.500 Warga Mengungsi

by Redaksi Asiatoday
March 26, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kebakaran Hutan di Spanyol Hanguskan 4.000 Hektare Lahan, 1.500 Warga Mengungsi

Kepulan asap akibat kebakaran hutan yang membubung di Ateca, Aragon, Spanyol. Dok Xinhua/Pemerintah Aragon

ASIATODAY.ID, MADRID – Kebakaran hutan yang belum lama ini terjadi di Spanyol timur menghanguskan lanskap alami seluas sekitar 4.000 hektare dan memaksa 1.500 warga mengungsi dari rumah mereka.

Kebakaran hutan yang dimulai pada Kamis (23/3) di antara provinsi Castellon dan Teruel itu perlahan dapat dikendalikan.

Warga di delapan kota kecil dan desa di sekitar lokasi telah dievakuasi antara Kamis dan Jumat (24/3) seiring kobaran api, yang kemungkinan dipicu oleh pembakaran tanaman, menyebar dengan cepat, dan diperburuk oleh angin kencang dan kondisi kering yang tidak biasanya terjadi pada musim ini.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Suhu yang lebih sejuk dan kurangnya angin pada Jumat malam membantu sekitar 500 petugas pemadam kebakaran, pekerja kehutanan, dan anggota Unit Darurat Militer Spanyol dalam membangun perimeter 40 km di sekeliling kobaran api, yang terus menyala di dalam perimeter itu.

Menteri Transisi Ekologis dan Tantangan Demografis Spanyol Teresa Rivera mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan penyebab utama kebakaran tersebut. Rivera mengatakan bahwa wilayah itu, yang “dulunya merupakan daerah yang sejuk dan lembap,” mengalami perubahan pola “suhu dan kelembapan.”

“Kita memasuki tahun kelima kekeringan di Semenanjung Iberia. Kondisi air dan suhu saat ini bukanlah kondisi yang lazim didapati di negara kita dan itu menjelaskan kerentanan yang lebih besar dari ruang alami kita,” paparnya.

Musim panas pada 2022 di Spanyol merupakan yang terpanas dalam sejarah, dengan lebih dari 300.000 hektare lahan hangus akibat kebakaran hutan, lebih dari tiga kali lipat dibanding 84.827 hektare lahan yang terbakar pada 2021.

Badan Meteorologi Negara Spanyol (AEMET) memperkirakan cuaca panas yang tidak seperti biasanya di daerah ini, dengan suhu mencapai pertengahan 20-an derajat Celsius hingga 30 derajat Celsius pada akhir pekan berikutnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Global WarmingKebakaran HutanSpanyol
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.