• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kebijakan Lockdown di Eropa Selamatkan Jutaan Jiwa

by Redaksi Asiatoday
June 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Italia Kian Menyedihkan, Korban Tewas akibat Corona Capai 4.032 Jiwa 

Korban tewas akibat corona di Italia terus bertambah. Ist

ASIATODAY.ID, LONDON – Kebijakan penguncian wilayah (lockdown) terkait penyebaran covid-19 di benua Eropa telah menyelamatkan lebih dari tiga juta jiwa.

Menurut sebuah studi dari Imperial College London, “angka kematian (akibat covid-19) akan jauh lebih tinggi” jika lockdown tidak diterapkan.

Imperial College London memperingatkan bahwa saat ini, dalam skala global, hanya sekelompok kecil orang yang telah terinfeksi. Para peneliti di universitas tersebut khawatir saat ini hanyalah “awal dari pandemi.”

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Melansir BBC, Selasa (9/6/2020), studi Imperial College London meneliti dampak dari lockdown di 11 negara Eropa — Austria, Belgia, Denmark, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris — sejak awal Mei.

Saat studi dimulai, total sekitar 130 ribu orang telah meninggal dunia dari 11 negara tersebut.

Para peneliti Imperial College London menggunakan sebuah model perhitungan untuk memprediksi berapa banyak kematian jika lockdown tidak diterapkan. Studi ini berasal dari sekelompok peneliti yang memandu keputusan Pemerintah Inggris untuk menerapkan lockdown.

Jika lockdown tidak diterapkan, Imperial College London memprediksi angka kematian akibat covid-19 dapat mencapai 3,2 juta jiwa per 4 Mei. Ini artinya, sekitar 3,1 juta jiwa telah terselamatkan, termasuk 470 ribu dari Inggris, 690 ribu dari Prancis, dan 630 ribu dari Italia. Studi ini telah dirilis dalam jurnal Nature.

“Lockdown telah menghindari hilangnya jutaan nyawa,” kata Dr Seth Flaxman dari Imperial College London.

Sementara itu, University of California juga melakukan studi dampak lockdown yang diterapkan di Tiongkok, Korea Selatan, Iran, Prancis dan Amerika Serikat.

Dalam laporan mereka, yang juga muncul di Nature, menyebutkan bahwa lockdown telah mencegah 530 juta infeksi di lima negara tersebut. Sebelum lockdown diterapkan, University of California menyebut jumlah kasusnya melonjak dua kali lipat setiap dua hari.

“Virus corona merupakan tragedi kemanusiaan, namun aksi global untuk menghentikan penyebarannya telah menyelamatkan banyak nyawa,” sebut Dr Solomon Hsiang dari University of California. (ATN)

Tags: Asia EropaCorona EropaCOVID-19Lockdown
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.