• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kecelakaan Helikopter di Filipina, 7 Prajurit Tewas

by Redaksi Asiatoday
January 17, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kecelakaan Helikopter di Filipina, 7 Prajurit Tewas

Helikopter tipe UH-1H atau Huey. Dok

ASIATODAY.ID, MANILA – Sebuah kecelakaan helikopter terjadi di Filipina  Selatan pada Sabtu (16/1/2021). Tujuh prajurit, termasuk seorang kolonel angkatan udara dilaporkan tewas dalam insiden ini.

Kecelakaan terjadi saat personel militer Filipina sedang memburu kelompok pemberontak komunis.

Menurut keterangan militer Filipina,  helikopter yang jatuh merupakan tipe UH-1H atau biasa juga disebut Huey.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Helikopter itu diketahui terbang bersama satu unit Huey lainnya menuju pangkalan militer terpencil di Pantaron, area pegunungan di provinsi Bukidnon. Kecelakaan terjadi saat kedua helikopter sedang menempuh perjalanan menuju tempat tujuan.

“Satu helikopter memberikan laporan, bahwa mereka sedang mengikuti jejak asap dari kecelakaan,” kata Mayor Jenderal Andres Centeno, jenderal dari salah satu divisi infrantri Filipina.

“Kecelakaan terjadi di area terbuka. Tidak ada korban selamat saat petugas mencapai lokasi,” lanjutnya, dilansir dari The Straits Times pada Minggu (17/1/2021).

Ketujuh nama korban belum akan dirilis sebelum pihak keluarga menerima informasi kecelakaan. Namun satu dari tujuh korban diketahui sebagai seorang kolonel angkatan udara Filipina. Penyebab jatuhnya helikopter masih diselidiki.

Pangkalan militer terpencil di Pantaron dibangun sebagai bagian dari upaya menghabisi New People’s Army (NPA), unit bersenjata dari Partai Komunis Filipina. Grup pemberontak tersebut sudah berseteru dengan Pemerintah Filipina sejak 1969.

Kekuatan NPA diperkirakan sekitar 5.000 personel, turun dari 20 ribu di tahun 1980-an.

Filipina mengintensifkan operasi terhadap NPA usai grup tersebut mengumumkan rencana menghidupkan kembali pasukan urbannya untuk menyerang sejumlah pejabat pemerintah.

Salah satu korban ternama NPA adalah Kolonel James Rowe, seorang penasihat militer Amerika Serikat yang juga pernah menjadi tahanan perang dalam konflik Vietnam. Rowe telah dalam serangan NPA di Manila pada 1989.

Kecelakaan helikopter pada Sabtu kemarin terjadi satu hari usai Jenderal Gilbert Gapay, Kepala Angkatan Bersenjata Filipina, memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan upaya memberantas gerakan gerilya dan pemberontak sepanjang tahun ini. (ATN)

Tags: FilipinaKecelakaan Pesawat
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.