• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kedubes China: Isu Xinjiang Bukan Masalah HAM

by Redaksi Asiatoday
July 16, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Siap Kuasai Ekonomi Digital Dunia

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kedutaan Besar China untuk Indonesia angkat bicara setelah isu Xinjiang banyak diangkat terutama oleh negara G7 yang menuding Beijing telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Isu Xinjiang sama sekali bukanlah masalah Hak Asasi Manusia, etnik, atau agama, melainkan masalah melawan separatisme, terorisme, dan intervensi luar,” kata Zang Liang, Wakil Kepala Bidang Politik, Kedutaan Besar China untuk Indonesia melalui keterangan pers yang dikutip Jumat (16/7/2021).

Selama ini, Beijing dituding mendirikan kamp-kamp kerja paksa bagi penduduk Xinjiang, wilayah sebelah Barat di China dengan mayoritas penduduk muslim.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Menurut Liang, isu itu sengaja dihembuskan sebagai upaya campur tangan negara lain untuk mempengaruhi stabilitas China.

Mengutip data pertumbuhan produk domestik bruto wilayah itu, Liang menyebutkan Xinjiang telah menikmati stabilitas sosial dan ekonomi.

Sejak 2014 hingga 2019, PDB Xinjiang rata-rata bertumbah 7,2 persen per tahun dan pendapatan pribadi yang siap dibelanjakan oleh penduduk Xinjiang bertumbuh rata-rata 9,1 persen per tahun. Sebanyak 3,089 juta penduduk yang pernah hidup di bawah garis kemiskinan telah lepas dari kemiskinan secara menyeluruh.

“Negara-negara G7 merekayasa rumor bohong terkait Xinjiang, dengan tujuan merusak keamanan dan stabilitas China dan menghambat kemajuan China,” ujarnya.

Gejolak politik ini diketahui juga telah mempengaruhi kinerja peritel global yang menjadikan China sebagai pasar utamanya. Sikap para peritel terhadap isu Xinjiang telah memicu gerakan beralih ke produk lokal dari penduduk China. (ATN)

Tags: ChinaG7Human RightsUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.