• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kekerasan Gender Memicu Aksi Demonstrasi Ribuan Warga Prancis

by Redaksi Asiatoday
November 25, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kekerasan Gender Memicu Aksi Demonstrasi Ribuan Warga Prancis

ASIATODAY.ID, PARIS – Ribuan warga di Prancis turun ke jalan menentang tingginya angka kekerasan domestik terhadap wanita, Sabtu (23/11/2019). Presiden Emmanuel Macron melabeli kondisi semacam ini sebagai sebuah “aib Prancis.”

Aksi demonstrasi terbesar berlangsung di Paris. Jalanan ibu kota berubah menjadi lautan warna ungu dan putih dari pakaian para pengunjuk rasa. Mereka membawa spanduk dan juga bendera, yang menyerukan agar kekerasan terhadap wanita atau femicide segera ditindak tegas pemerintah.

Total 116 perempuan di Prancis tewas dibunuh sepanjang tahun ini. Menurut investigasi media AFP, pembunuhan ratusan wanita itu dilakukan oleh suami, kekasih atau mantan kekasih mereka. Sementara data dari grup bernama “Femicides by Companions or Ex” mencatat adanya 137 kematian perempuan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Secara rata-rata, satu perempuan di Prancis tewas dibunuh per tiga hari. Angka rata-rata itu bersandingan dengan total 220 ribu kasus kekerasan dalam rumah tangga di Prancis pada setiap tahunnya.

Meski memiliki catatan baik dalam hal kesetaraan gender dan penegakan hak wanita, Prancis memiliki angka rata-rata tertinggi dalam kasus KDRT di Eropa. Sejumlah pihak menilai tingginya kasus KDRT berujung kematian di Prancis sebagiannya diakibatkan lambannya respons polisi.

Unjuk rasa menentang kekerasan gender di Prancis berlangsung di Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Wanita Internasional PBB.

Selain di Paris, 30 aksi protes serupa juga berlangsung di beberapa wilayah di Prancis. Gelombang protes ini melibatkan hampir 70 organisasi, partai politik, serikat dan asosiasi.

Di Paris, sejumlah bintang film dan serial televisi ikut serta dalam unjuk rasa. Aksi massa dimulai dari sekitar gedung opera Paris, dengan sejumlah pedemo membawa plakat yang memperlihatkan gambar kekerasan terhadap wanita.

Polisi di seantero Eropa biasanya menganggap KDRT sebagai urusan pribadi. Hal ini membuat banyak aparat gagal menyelamatkan korban di momen-momen krusial. Peneliti Uni Eropa Albon Dearing menyebut Prancis sebagai negara terburuk dalam urusan KDRT dari seluruh negara di Benua Biru. (ATN).

,’;\;\’\’
Tags: Demonstrasi ParisKekerasan GenderParisUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.