• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Kelola Limbah, Loesche Jerman Jajaki Kemitraan dengan Indonesia

Lebih dari 67 juta ton limbah Indonesia dihasilkan di tahun 2020 dan akan berlipat ganda di tahun 2025

by Redaksi Asiatoday
December 17, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kelola Limbah, Loesche Jerman Jajaki Kemitraan dengan Indonesia

Kawasan industri Loesche GmbH, perusahaan yang berkantor pusat di Düsseldorf, Nordrhein-Westfalen, Jerman. Dok

ASIATODAY.ID, FRANKFURT – Indonesia dan Jerman tahun ini telah menyepakati kerjasama pendanaan infrastruktur hijau (Green Infrastructure Initiative) senilai EUR 2,5 miliar selama 5 tahun ke depan.

Kesepakatan tersebut melengkapi kerjasama sebelumnya melalui Green Infrastructure Development (GID) di bawah GIZ, dimana salah satu programnya adalah tata kelola limbah yang menghasilkan bahan bakar alternatif.

Saat ini tercatat lebih dari 67 juta ton limbah Indonesia dihasilkan di tahun 2020 dan akan berlipat ganda di tahun 2025.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Untuk mengelola limbah tersebut, Indonesia membutuhkan upaya komprehensif dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna dan berkesinambungan.

Loesche GmbH, perusahaan yang berkantor pusat di Düsseldorf, Nordrhein-Westfalen, Jerman, memiliki kapasitas teknologi yang mumpuni dalam menyediakan solusi penanganan limbah di Indonesia, baik yang bersifat organik ataupun non-organik, dan disesuaikan dengan kondisi limbah di masing-masing daerah.

Hasil pengelolaan limbah yang ditawarkan memiliki conversion rate tertinggi di dunia dari limbah menjadi berbagai alternatif bahan bakar (alternative fuels) yang dapat dimanfaatkan (off-take) oleh industri yang membutuhkan, antara lain RDF yang dapat dimanfaatkan oleh industri semen atau energi, biodiesel, biomethanol dan lainnya.

Saat ini Loesche GmbH sedang menjajaki implementasi penanganan limbah yang berkesinambungan di berbagai daerah di Indonesia, antara lain di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Untuk menindaklanjuti hal itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Frankfurt menggagas forum webinar bertajuk “Waste Management Solution for Sustainable Indonesia”, Kamis (16/12/2021).

Webinar ini diikuti oleh Gubernur Sumatera Barat, Walikota Bandar Lampung, Bupati Aceh Besar, Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Plh Bupati Ogan Komering Ulu, serta pejabat perwakilan dinas terkait dari 20 Pemprov, Pemkot dan Pemkab di Indonesia.

Konjen RI Frankfurt menyampaikan bahwa produksi limbah dan penanganannya berkaitan erat dengan upaya bersama mengurangi pencemaran lingkungan dan memerangi dampak pemanasan global serta perubahan iklim.

“Keterlambatan pencarian solusi penanganan limbah yang tepat dapat memicu gangguan kesehatan masyarakat hingga terhambatnya aktivitas ekonomi sebagai akibat dari bencana alam hingga kerusakan lingkungan,” demikian siaran pers KJRI Frankfurt, dikutip Jumat (17/12/2021).

Lebih lanjut, Konjen RI Frankfurt juga mendorong Loesche GmbH untuk bekerja sama dengan mitra terkait di Indonesia untuk menentukan solusi dan model kerjasama yang feasible dalam peningkatan kapasitas pengelolaan limbah secara berkesinambungan dan ramah lingkungan.

Skema kerja sama dimaksud hendaknya dapat memanfaatkan program kemitraan yang telah tersedia, termasuk Green Infrastructure Initiative dan Green Infrastructure Development. (ATN)

Tags: Green EnergyKerjasama Indonesia-JermanLimbah IndustriLoesche
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.