• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kematian Massal akibat Covid-19 Terjadi di Amerika, Dalam Sehari Lampaui 2.000 

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kematian Massal akibat Covid-19 Terjadi di Amerika, Dalam Sehari Lampaui 2.000 

Korban Jiwa akibat covid-19 terus berjatuhan di Amerika Serikat. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON -Korban jiwa akibat pandemi coronavirus (Covid-19) terus berjatuhan di Amerika Serikat.

Negeri itu tercatat sebagai negara pertama yang mencatat angka kematian  lebih dari 2.000 dalam sehari, pada Jumat (10/4/2020). Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, angka kematian di Amerika mencapai 2.108 dalam kurun waktu 24 jam.

Masih dari data Johns Hopkins per hari ini, Sabtu 11 April 2020, AS mencatat 18.693 kematian dan 28.837 pasien sembuh dari total 500 ribu lebih infeksi covid-19.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Kini, jumlah kematian akibat covid-19 di AS sudah hampir mendekati Italia yang kini berada di angka 18.849.

Dari total infeksi dan kematian di AS, sebagian besarnya terjadi di negara bagian New York.

Kamis kemarin, New York mencatat angka kematian harian tertinggi di angka 799. Meski mengkhawatirkan, Gubernur New York Andrew Cuomo menyebut bahwa angka pasien rawat inap terus menurun dalam beberapa hari terakhir.

“Tingkat rawat inap kami saat ini hanya sekitar 200. Ini adalah jumlah terendah sejak mimpi buruk kami dimulai,” kata Cuomo kepada wartawan, melansir AFP, Sabtu (11/4/2020).

Senin kemarin, Cuomo memperpanjang penutupan sejumlah sekolah dan tempat usaha yang tidak penting di seluruh negara bagian hingga 29 April mendatang.

Cuomo memperingatkan kemungkinan terjadinya gelombang infeksi kedua, sehingga masih terlalu dini untuk mengatakan kapan New York akan kembali dibuka.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan sejumlah negara untuk tidak terlalu dini mencabut sejumlah pembatasan dan penutupan wilayah (lockdown).

WHO khawatir covid-19 dapat kembali bangkit jika lockdown dicabut di sejumlah negara yang menunjukkan tren penurunan jumlah infeksi dan kematian.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyarankan sejumlah negara untuk berhati-hati jika hendak melonggarkan atau mencabut lockdown meski pertimbangannya adalah dampak perekonomian.

Italia dan Spanyol, dua negara terparah dilanda covid-19 di Eropa, telah melonggarkan beberapa pembatasan namun tetap memberlakukan lockdown.

“Mencabut pembatasan terlalu cepat dapat berujung pada kebangkitan (covid-19),” ungkap Tedros.

“Penurunan jumlah kasus sama berbahayanya dengan peningkatan jumlah kasus jika tidak ditangani dengan baik,” tandasnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina VirusCoronavirusCOVID-19Pandemi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.