• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kenaikan Harga Batubara dan Nikel akan Berlanjut Tahun Ini

by Redaksi Asiatoday
February 23, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kenaikan Harga Batubara dan Nikel akan Berlanjut Tahun Ini

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. Dok Kemenkeu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa, kenaikan harga-harga komoditas masih berlanjut di awal tahun 2022.

Harga komoditas energi, seperti batubara, gas dan minyak mentah mengalami kenaikan lantaran dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan disrupsi supply.

“Salah satu konsekuensi dari geopolitik kemungkinan akan termasuk dikenakannya sanksi di mana akan memengaruhi sentimen maupun kondisi dari supply demand, terutama komoditas energi,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTA, dikutip Rabu (23/2/2022).

RelatedPosts

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Sri melanjutkan, untuk komoditas unggulan Indonesia seperti nikel, CPO maupun karet, juga tetap berada pada posisi yang tinggi. Ia pun berharap, tren kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia ini dapat memberi daya dorong pada prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Di sisi lain, komplikasi pemulihan ekonomi yang tidak merata, kenaikan harga komoditas yang masih bertahan pada level tinggi, serta adanya disrupsi suplai telah menyebabkan tekanan inflasi. Kondisi ini berlanjut di berbagai negara, terutama di negara-negara maju.

Sri Mulyani menerangkan, Amerika Serikat (AS) AS mencatatkan inflasi sebesar 7,5 persen, di mana ini adalah yang terburuk sejak 40 tahun terakhir. Selain itu, Eropa mencapai 5,1 persen sedangkan Jepang yang biasanya deflasi, kini mencatatkan inflasi di atas 0,5 persen.

Tak hanya di negara-negara maju, berbagai negara emerging juga mencatatkan inflasi. Brasil misalnya, dengan inflasi 10,4 persen menyebabkan kenaikan suku bunga bahkan di atas 875 bps (basis point). Selain itu, Meksiko mencatatkan inflasi di 7,1 persen dimana suku bunganya sudah mencapai angka 6 persen atau naik 175 bps.

Sementara, inflasi Indonesia saat ini berada di 2,2 persen dan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) tetap dijaga di 3,5 persen.

Fenomena ini kata Sri, tentu menjadi perhatian dan menjadi bahan diskusi di dalam pertemuan G20.

“Tekanan inflasi tinggi. Di satu sisi, pemulihan ekonomi tidak merata dan ini menimbulkan komplikasi tantangan kebijakan di seluruh negara-negara, baik di G20 maupun di luar G20,” tandasnya. (ATN)

Tags: BatubaraHarga BatubaraHarga NikelNikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates Rare Earth Ambitions, Partners with Malaysia in Global Race for Critical Minerals
  • Southeast Asia Faces Refugee Crisis as Aid Shrinks and Human Trafficking Risks Surge
  • US Backs Indonesia’s Digital Crackdown on Human Trafficking at Sea
  • Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability
  • MSCI Keeps Indonesia in Emerging Market Club but Flags Transparency Risks in Stock Market
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.