• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Afrika Memasuki Fase Baru

by Redaksi Asiatoday
January 3, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Afrika Memasuki Fase Baru

ASIATODAY.ID, PRETORIA – Hubungan ekonomi Indonesia dan Afrika terus dirajut. Penjajakan dan inisiasi kesepakatan yang telah dibangun siap mewujud pada tahun ini.

“Situasi di Afrika Selatan masih sangat menantang bagi kita untuk dapat penetrasi pasar lebih dalam dan membawa beragam produksi tanah air ke sini. Pada tahun 2019, beberapa indikasi positif sudah kita dapatkan, mulai dari komitmen beberapa perusahaan tanah air mengirimkan perwakilan di Afrika Selatan, hingga rencana investasi baru perusahaan Afrika Selatan ke Indonesia. Beberapa perjanjian seperti Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dan MoU Bidang Perikanan, sudah sampai proses akhir. Kita harapkan tahun 2020 membawa perkembangan yang menggembirakan,” terang Dubes RI di Pretoria, Salman Al Farisi, melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (03/02/2020).

Sejak tahun 2015, tren perdagangan RI-Afrika Selatan menunjukan grafik yang fluktuatif. Kendati demikian, Dubes RI tidak mengkhawatirkan neraca perdagangan RI-Afrika Selatan tahun 2018 yang menunjukkan surplus bagi pihak Afrika Selatan.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Pembelian barang modal yang meningkat dari Afrika Selatan menunjukkan kegiatan produktif di Indonesia, utamanya terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur yang intensif beberapa tahun terakhir.

“Indonesia masih memiliki potensi besar untuk menambah ekspor non migas seperti produk otomotif, kelapa sawit serta produk makanan dan minuman ke negara-negara Afrika Sub Sahara,” jelasnya.

Hingga saat ini, kendala hambatan tarif masih dirasakan mengganjal hubungan dagang Indonesia dan Afrika Selatan. Dalam kunjungan kerjanya ke Cape Town, 18-19 Desember 2019, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Industri Afrika Selatan, Ebrahim Patel.

Dalam pertemuan itu Menteri Patel menyambut baik rencana pembahasan Preferential Trade Agreement (PTA) antara RI dengan Afrika Selatan. Menteri Patel menginginkan langkah konkret dengan dimulainya studi oleh tim teknis yang diharapkan dapat bertemu awal tahun 2020 di Indonesia. Menteri Patel juga mengindikasikan beberapa potensi investasi oleh pebisnis Indonesia, terutama relokasi industry tekstil dan alas kaki.

Situasi dan kondisi ekonomi Afrika Selatan dan negara sekitarnya dalam akreditasi KBRI Pretoria mempengaruhi strategi Pemerintah Indonesia dalam upayanya memperluas pasar potensial bagi produk Indonesia.

Pengeluaran sektor rumah tangga yang rendah pada tahun 2019 menunjukkan bahwa konsumen Afrika Selatan masih rentan secara finansial. Selain tingkat pertumbuhan ekonomi yang melambat menjadi sekitar 0,7% tahun 2019, Afrika Selatan menghadapi permasalahan tingkat pengangguran sebesar 29,1% yang menempatkannya sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di dunia.

Dubes RI meyakini investment-led model sebagai salah satu mekanisme kerja sama antara kedua negara. Para pebisnis Indonesia sudah harus mempertimbangkan melakukan investasi di negara-negara Afrika yang pada gilirannya akan meningkatkan ekspor.

“Dengan membantu perekonomian negara setempat melalui pembukaan lapangan kerja baru, pada akhirnya akan meningkatkan awareness, demand dan daya beli atas produk-produk tanah air,” imbuhnya.

Hal ini diantaranya dapat dilakukan dengan mengekspor produk setengah jadi dari Indonesia, sedangkan proses finishing products.dilakukan melalui kemitraan dengan pihak lokal.

“Menkomarinves mendukung pentingnya outbound investment Indonesia karena akan berimplikasi pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan ekspor ke luar negeri,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia AfrikaKemenlu RIKerjasama Indonesia dan Afrika
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.