• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

KOICA Sokong IPB dan SNU Rp120 Miliar Kembangkan Biosains

by Redaksi Asiatoday
February 9, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KOICA Sokong IPB dan SNU Rp120 Miliar Kembangkan Biosains

Rektor IPB University, Arif Satria. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – The Korea International Cooperation Agency (KOICA) mengucurkan Rp120 miliar untuk menyokong Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Seoul National University (SNU) dalam mengembangkan inovasi lingkungan dan biosains dengan adaptasi manajemen penggunaan teknologi Korea yang tinggi.

“Kami memiliki kerja sama dengan KOICA selama 7 tahun dimulai tahun ini karena kick off dan akan berlanjut terus, ini kerja sama bidang lingkungan dan biosains karena ini konsen pada biosains dan lingkungan,” kata Rektor IPB University Arif Satria usai peluncuran Center for Agriculture Bioscience di IICC Botani Square Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/2/2023).

Arif mengungkapkan, Korea mempunyai tujuan membantu negara dunia ketiga atau negara-negara berkembang.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Negara tersebut mempunyai dua trek, yang pertama digital deal dan green deal yang saat ini menjadi arus utama keuangan Korea.

Saat ini, lanjut dia, konsentrasi Korea ingin membantu negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia. Dalam hal ini, IPB mendapatkan bantuan di sisi lingkungan ini.

Arif mengaku langsung meminta Presiden KOICA untuk main ke IPB sebentar saja karena tahu lembaga tersebut mempunyai program yang sangat bagus mengenai biosains dan lingkungan.

Selama 5—10 menit, dia menjelaskan visi IPB dan sebagainya sehingga yang bersangkutan tertarik. Karena tertarik itulah, IPB diminta berkolaborasi dengan SNU untuk membuat proposal bersama, kemudian diajukan dan disetujui dengan nilai Rp120 miliar.

“Alat-alat yang canggih dari Korea akan masuk ke IPB untuk riset-riset,” ungkapnya.

Dengan ada kerja sama IPB dengan KOICA, kata dia, akan membuat pertukaran ilmu pengetahuan dan implementasi teknologi dari institut terbaik di Indonesia itu dan SUN melalui riset-riset yang dilakukan bersama.

“Riset ini akan banyak beasiswa internasionalnya, dosen-dosen dari IPB dan dari Korea juga ke IPB dan juga pelatihan-pelatihan dosen IPB akan banyak ke Korea terkait dengan penguasaan alat-alat laboratorium dari Korea ini,” jelasnya.

Direktur Program Internasional Profesor Iskandar Zulkarnain Siregar menambahkan bahwa kerja sama KOICA dengan IPB merupakan langkah strategis karena keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia tidak dimiliki oleh Korea. Sebaliknya, teknologi canggih di Korea belum dimiliki Indonesia.

Dikatakan pula bahwa kerja sama akan dimulai dengan mengirim enam profesor dari IPB yang akan dipilih untuk ikut pelatihan-pelatihan penguasaan alat-alat laboratorium canggih di Korea.

Ketika penguasaan alat telah berhasil, kata dia, para profesor terpilih itu akan kembali ke Indonesia berikut bantuan alat laboratorium dari Korea.

Menurut Profesor Iskandar, dari kerja sama ini, IPB ingin mengadopsi dan mengadaptasi manajemen riset dengan penggunaan alat-alat laboratorium yang mumpuni. Hal itu karena kemampuan Indonesia maupun negara lain dalam menciptakan teknologi mungkin saja bisa. Namun, sering kali lemah dalam manajemen sehingga kurang berhasil.

Di sisi Korea, kata dia, kekayaan keanekaragaman hayati, obat-obat herbal yang dihasilkan, pangan, dan obat-obatan lain menjadi daya tarik kerja sama.

“Kita ada pangan, lalu nanti penelitian molekuler-molekuler dari bahan obat yang belum kita tahu. Dengan alat-alat laboratorium dari Korea itu, memungkinkan hal-hal yang bisa dikembangkan dalam kerja sama ini,” jelasnya. (ANT)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BiosainsIPBKOICASeoul National UniversityThe Korea International Cooperation Agency
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.