• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kolaborasi Hyundai dan Ineos Hadirkan SUV Grenadier Hidrogen Global

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kolaborasi Hyundai dan Ineos Hadirkan SUV Grenadier Hidrogen Global

Saehoon Kim, Wakil Presiden Senior dan Kepala Pusat Sel Bahan Bakar Hyundai Motor Company menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktur Teknologi Ineos Peter Williams. Ist

ASIATODAY.ID, SEOUL – Hyundai Motor dan Ineos sepakat berkolaborasi untuk menjajaki peluang baru guna mempercepat ekonomi hidrogen global, termasuk menghadirkan powertrain hidrogen untuk Grenadier 4×4.

Hyundai dan Ineos akan bersama-sama menyelidiki peluang untuk produksi dan pasokan hidrogen serta penerapan aplikasi dan teknologi hidrogen di seluruh dunia.

Kedua perusahaan pada awalnya akan memfasilitasi proyek sektor publik dan swasta yang berfokus pada pengembangan rantai nilai hidrogen di Eropa.

RelatedPosts

Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance

Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering

SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets

Kolaborasi keduanya juga mencakup evaluasi sistem sel bahan bakar milik Hyundai untuk kendaraan Ineos Grenadier 4×4 yang baru-baru ini diumumkan.

Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam upaya Ineos untuk mendiversifikasi opsi powertrain-nya pada tahap awal.

Sistem sel bahan bakar modular milik Hyundai yang akan digunakan oleh kendaraan evaluasi, telah terbukti andal dan efektif di SUV Hyundai NEXO. SUV bertenaga hidrogen pertama di dunia memiliki jarak berkendara terpanjang di antara kendaraan bertenaga hidrogen di pasar.

Hyundai adalah salah satu perusahaan terkemuka di bidang teknologi sel bahan bakar yang memulai produksi massal kendaraan listrik sel bahan bakar pertama di dunia pada 2013.

“Pergerakan Ineos menuju pengembangan kendaraan listrik sel bahan bakar dan ekosistem hidrogen menandai tonggak sejarah lain menuju transportasi yang bersih dan berkelanjutan,” kata Saehoon Kim, Wakil Presiden Senior dan Kepala Pusat Sel Bahan Bakar di Hyundai Motor Company, Senin (23/11/2020).

Hyundai optimis hal ini akan memberikan opsi rendah karbon yang penting di berbagai sektor.

“Kami juga berharap keahlian selama puluhan tahun dalam sel bahan bakar hidrogen bekerja bersinergi dengan keahlian Ineos di bidang kimia untuk mewujudkan produksi massal hidrogen hijau dan sel bahan bakar untuk Grenadier,” imbuhnya.

Direktur Teknologi Ineos Peter Williams mengatakan perjanjian antara Ineos dan Hyundai memberikan kedua perusahaan peluang baru untuk memperluas peran utama dalam ekonomi hidrogen bersih.

“Mengevaluasi proses produksi, teknologi dan aplikasi baru, dikombinasikan dengan kemampuan yang ada, menempatkan kami pada posisi unik untuk memenuhi permintaan yang muncul akan sumber energi rendah karbon yang terjangkau dan kebutuhan menuntut pemilik Grenadier 4×4 di masa depan,” ujarnya.

Ineos baru-baru ini meluncurkan bisnis baru untuk mengembangkan dan membangun kapasitas hidrogen bersih di seluruh Eropa untuk mendukung upaya menuju masa depan nol karbon. Perusahaan saat ini memproduksi 300.000 ton hidrogen per tahun terutama sebagai produk sampingan dari operasi manufaktur kimianya.

Melalui anak perusahaannya Inovyn, Ineos adalah operator elektrolisis terbesar di Eropa, teknologi yang menggunakan energi terbarukan untuk menghasilkan hidrogen untuk pembangkit listrik, transportasi, dan keperluan industri.

Pengalamannya dalam penyimpanan dan penanganan hidrogen serta pengetahuannya dalam teknologi elektrolisis, menempatkan Ineos dalam posisi unik untuk mendorong kemajuan menuju masa depan bebas karbon berdasarkan hidrogen.

Pada 2018, Hyundai Motor Group mengumumkan peta jalan jangka menengah hingga jangka panjangnya, Fuel Cell Vision 2030, untuk meningkatkan produksi tahunan sistem sel bahan bakar hidrogen menjadi 700.000 unit pada 2030. (ATN)

Tags: HyundaiIndustri Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.