• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Konflik Rusia-Ukraina Potensi Berimbas ke Ekonomi Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
March 16, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Moody’s : Ekonomi Indonesia Tidak Capai 5 Persen Hingga 2021

Kantor pusat Moody's di Amerika Serikat. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Moody’s Investors Service menilai bahwa konflik Rusia dan Ukraina potensi berimbas terhadap perekonomian Asia Pasifik.

Pasalnya, konflik itu telah memicu naiknya harga komoditas dan terhambatnya rantai pasok, khususnya bahan baku untuk manufaktur.

Menurut Asisten Wakil Presiden dan Analis Moody’s Nishad Majmudar, konflik Rusia-Ukraina membawa risiko yang semakin besar terhadap ekonomi global.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Limpahan dampaknya tak terkecuali dapat menyentuh Asia Pasifik, terutama berupa risiko pelemahan pertumbuhan ekonomi, kenaikan inflasi, dan ketidakpastian pasar keuangan.

“Meskipun hubungan ekonomi dan keuangan langsung yang relatif kecil dengan Rusia dan Ukraina, Asia Pasifik akan menghadapi risiko makroekonomi yang meningkat yang berasal dari lonjakan harga komoditas global dan akses terbatas ke logam industri. Perekonomian beberapa negara berisiko melambat karena konsolidasi utang,” jelas Nishad melalui keterangan resmi pada Rabu (16/3/2022).

Dikatakan, lebih dari setengah negara Asia Pasifik mencatatkan 10 persen ekspornya ke negara-negara utama di Uni Eropa.

Kinerja ekonomi di benua biru berpotensi melambat sebagai dampak dari sanksi internasional dan pembatasan impor energi Rusia, sehingga Asia Pasifik berpotensi terkena imbas.

Sejumlah negara menjatuhkan sanksi yang lebih berat terhadap Rusia, sehingga terdapat risiko tekanan perdagangan global dan akses ke bahan mentah.

“Jika akses Asia Pasifik terhadap bahan baku terkendala, produksi semikonduktor, elektronik, mobil, dan baterai kendaraan listrik dapat turut terhambat—terlebih harga nikel, paladium, dan aluminium sedang tinggi,” urainya.

Nishad menilai bahwa harga komoditas yang lebih tinggi akan melemahkan kondisi kredit sejumlah sektor usaha, seperti transportasi dan sektor lain yang sangat bergantung kepada bahan bakar.

Meskipun begitu, perusahaan eksplorasi dan produsen minyak dan gas (migas) serta produsen pertanian menurutnya akan diuntungkan.

“Volatilitas pasar dan tekanan depresiasi mata uang di tengah konflik bersenjata yang berkepanjangan akan melukai kualitas kredit perusahaan mapan serta perusahaan yang bergantung kepada pendanaan komersial mata uang asing dan kebutuhan pembiayaan kembali jangka pendek yang tinggi,” paparnya. (ATN)

Tags: Asia PasifikKrisis UkrainaMoodyPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.