• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Konfrontasi dengan Turki Menajam, Yunani Perkuat Armada Tempur

by Redaksi Asiatoday
September 9, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Konfrontasi dengan Turki Menajam, Yunani Perkuat Armada Tempur

Jet tempur Yunani. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Konfrontasi antara Yunani dan Turki masih terus menajam. Negosiasi diantara kedua negara hingga kini belum menemukan titik temu. Persoalannya, masih terkait eksplorasi migas.

Setelah sebelumnya militer Turki menggelar latihan tempur di Laut Mediterania, kini Yunani pun memperkuat kekuatan armada tempurnya.

Pemerintah Yunani dilaporkan berencana menambah persenjataan baru, personil tentara, dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Langkah Yunani ini memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik terbuka antara kedua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tersebut.

“Pemimpin Turki hampir setiap hari menyatakan ancaman perang dan membuat pernyataan provokatif terhadap Yunani,” ujar Juru Bicara Pemerintah Yunani, Stelios Petsas, dilansir Associated Press, Rabu (9/9/2020).

“Kami menanggapinya dengan kesiapan politik, diplomatik, dan operasional. Kami bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak kedaulatan kami,” tegasnya.

Petsas mengatakan Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, akan mengumumkan rincian rencana untuk penguatan militer dalam pidato terkait keadaan ekonomi tahunan pada Sabtu mendatang.

Media massa Yunani melaporkan, pemerintah membidik sejumlah proyek pengadaan, antara lain rencana pembelian jet tempur Rafale dan setidaknya satu kapal perang kelas fregat buatan Prancis.

Petsas mengatakan, Mitsotakis akan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Kamis besok di sela-sela pertemuan di Corsica negara-negara Mediterania Uni Eropa.

Turki dengan Yunani dan Siprus bertikai atas hak eksploitasi minyak dan gas di Laut Mediterania timur. Yunani dan Turki telah mengerahkan angkatan laut dan udara untuk unjuk kekuatan.

Pada Senin lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut angkatan bersenjata Yunani “bobrok” dan meminta Athena untuk berdialog dengan Turki. Dia juga mengkritik Uni Eropa yang mendukung Yunani dalam perselisihan tersebut.

“Saya menyarankan mereka, yang alih-alih duduk di sekitar meja bersama kami berdialog, tapi justru menunjukkan pembangkangan dengan pasukan militer mereka yang bobrok untuk secara berhati-hati memeriksa upaya kami selama empat tahun terakhir,” kata Erdogan setelah pertemuan kabinet.

“Turki akan terus mengikuti kebijakan yang ditentukan dan aktif di Mediterania timur,” tambahnya.

Sabtu lalu, Erdogan memperingatkan Yunani untuk bersedia memulai pembicaraan mengenai konflik klaim teritorial Mediterania timur atau menghadapi konsekuensinya.

“Mereka akan memahami bahasa politik dan diplomasi, atau di lapangan dengan pengalaman yang menyakitkan,” ujar Erdogan.

Pada Senin, seorang pejabat senior NATO bertemu dengan Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, dan pejabat militer senior di Ankara. Mereka membahas mengenai kebuntuan negosiasi dengan Yunani yang bertujuan untuk menghindari risiko perang terbuka di antara kedua sekutu tersebut.

Kementerian Pertahanan Turki menyatakan, dia menyampaikan kepada Ketua Komite Militer NATO, Jenderal Stuart Peach, bahwa Turki mendukung inisiatif NATO dengan mementingkan “dialog dan hubungan bertetangga yang baik” untuk penyelesaian masalah, tapi negara itu juga bertekad untuk melindungi hak-haknya di Mediterania timur.

Sementara itu di Athena, Menteri Luar Negeri Yunani, Nikos Dendias, mengatakan Turki adalah satu-satunya negara di kawasan itu yang mengancam tetangganya dengan perang, ketika mereka ingin menggunakan hak hukum mereka.

“Ini terang-terangan melanggar Piagam PBB,” kata Dendias.

Dia menambahkan bahwa Turki memiliki pilihan yang jelas, yakni berdialog tanpa ancaman atau sanksi.

Sejak pertengahan 1970-an, Yunani dan Turki berada di ambang perang sebanyak tiga kali, termasuk atas hak eksplorasi di Laut Aegea.

Konfrontasi yang menajam saat ini bermula ketika Turki mengirim kapal penelitian seismik, Oruc Reis, disertai dengan kapal perang untuk mencari cadangan minyak dan gas di perairan antara Siprus dan Pulau Kreta, Yunani, yang diklaim Athena sebagai landas kontinennya. (ATN)

Tags: Laut MediteraniaTurkiYunani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.