• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kongo Borong 300 Bus Listrik Produksi Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 21, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kongo Borong 300 Bus Listrik Produksi Indonesia

E-INOBUS, bus listrik produksi PT INKA (Persero) Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero) Indonesia mulai melakukan pengujian prototype bus listrik ukuran medium di jalan umum di area Madiun dan di jalan tol Madiun – Caruban, pada Senin (19/10/2020).

Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk menguji performansi bus listrik sebelum dilakukan produksi massal

Bus yang dinamai E-INOBUS ini telah melakukan uji landasan pada tanggal 13 Agustus 2020 dan telah lulus uji dengan mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) kendaraan bermotor pada tanggal 10 September 2020 di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat

RelatedPosts

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance

Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier

Bus listrik buatan INKA ini disebut telah dipesan oleh negeri Kongo sebanyak 300 unit. Bus ini bagian dari proyek INKA di Kongo terkait transportasi commuter.

“Kongo sudah pesen sebanyak 300 bus,” kata Direktur Utama INKA Budi Noviantoro, Rabu (21/10/2020).

Budi mengungkapkan, delegasi Democratic Republik of the Congo (DRC) telah bertandang ke INKA untuk melakukan pengujian dan membuat kesepakatan pemesanan terhadap 300 bus listrik ukuran 8 m ini.

INKA mendapatkan proyek pengadaan kereta api penumpang, kereta barang, dan kereta rel listrik untuk Kongo dengan nilai USD11 miliar atau sekitar Rp161,7 triliun. Penandatanganan megaproyek itu sudah dilakukan di Madiun, Jawa Timur pada 14 Oktober.

“DRC juga tertarik dan telah mencoba produk ini minggu lalu. Mereka justru minta lagi yang besar ukuran 12 m tapi kami bilang belum bisa, dan akhirnya mereka pesan yang ada sekarang,” jelasnya.

Karena sudah terikat dengan Kongo, Budi mengatakan akan terlebih dahulu memprioritaskan negeri itu, setelahnya bus tersebut akan dikonsentrasikan pada pasar domestik.

“Ini memang kami prioritaskan dulu untuk masyarakat Kongo, karena kami sudah kontrak kemarin. Jika Transjakarta juga berminat kami akan produksi,” imbuhnya.

Menurut Budi, pihaknya saat ini sedang fokus mempercepat segala urusan legalitas dan uji coba bus ini agar secepatnya dapat diproduksi masal.

Dalam memproduksi bus ini, INKA bekerjasama dengan perusahaan Taiwan Tron E dan perusahaan karoseri lokal asal Malang, Jawa Timur, Piala Mas. (ATN)

Tags: Asia AfrikaKerjasama Indonesia dan AfrikaKerjasama Indonesia-KongoPT INKA
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.