• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Konservasi Mangrove Jadi Fokus Utama di KTT G20 Indonesia

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bali Jadi Percontohan Konservasi Mangrove di Indonesia

Taman Mangrove Forest Bali. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya menyatakan, pembahasan mengenai konservasi mangrove di Indonesia menjadi salah satu fokus di KTT G20.

Pasalnya, ada dua kawasan konservasi mangrove yang bakal dikunjungi para kepala negara di ajang internasional tersebut.

“Kita fokus dengan rehabilitasi, pelestarian mangrove ini karena Indonesia bukan hanya ikut dalam agenda perubahan iklim, tapi kita akan memimpin presidensi G20 mendatang, dan ini merupakan komitmen Indonesia,” jelas Siti dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (2/9/2022).

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Menurut Siti, pembuktian komitmen tersebut bisa dilihat dari aksi nyata yang telah dilakukan seperti upaya restorasi hutan mangrove, restorasi hutan gambut, serta merestorasi lahan-lahan kritis di Indonesia.

“Keberhasilan pengelolaan mangrove di Bali ini sekaligus memberikan gambaran pembangunan Indonesia dengan prinsip keseimbangan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Siti berharap, berbagai pemangku kebijakan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat atas pentingnya mangrove.

“Jika mangrove ini terjaga, maka keuntungannya akan kembali kepada masyarakat. Contohnya Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah-Rai ini, selain menjadi destinasi wisata, tentunya akan memacu pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.

Selain di Bali, Siti juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan restorasi mangrove di berbagai wilayah, mulai dari Pantai Tirang Semarang, dan sembilan titik di Jawa Tengah, maupun Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Adapun sektor kehutanan menyumbang porsi terbesar di dalam target penurunan emisi gas rumah kaca dengan kontribusi sekitar 60% dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission.

Sedangkan Indonesia memiliki luasan mangrove hingga 22,6% dari total keseluruhan dunia, dimana hal ini tentunya memegang peranan penting.

Selain itu, mangrove juga memiliki kemampuan menyimpan cadangan karbon empat sampai lima kali lebih besar dari tanaman hutan di daratan, sehingga jika semakin banyak lahan yang dibuka, maka semakin membantu dalam pengendalian iklim. (ATN)

Tags: KTT G20Mangrove
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.