ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat, kontribusi sektor properti terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya 2,77 persen. Angka ini paling kecil bila dibandingkan dengan negara-negara di kawasan ASEAN lainnya.
Data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, kontribusi sektor properti terhadap PDB di Singapura mencapai 23,34 persen, kemudian Filipina 21,09 persen, Malaysia 20,53 persen, Thailand 8,30 persen.
“Kontribusi properti terhadap PDB kita baru 2 persen, itu pada 2019. Jangankan 23 persen, bisa sampai 8 persen saja akan sangat dahsyat pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Hendro Gondokusumo, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2020).
Hendro berharap pemerintah bisa lebih menaruh perhatian terhadap industri tersebut. Terlebih karena ada 175 sektor industri yang memiliki keterkaitan langsung dan tidak langsung dengan sektor properti.
“Dari 175 sektor industri yang terkait langsung dan tidak langsung dengan sektor properti, maka industri properti memiliki pangsa jumlah permintaan akhir 33,9 persen yang menjadikan industri properti sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Menurut Hendro, angka itu menunjukkan dampak ganda yang tinggi dimana jika sektor properti meningkat akan memiliki dampak langsung pada 33,9 persen sektor yang berkaitan.
“Dengan kontribusi PDB yang masih kecil saja sektor properti nasional memiliki pengaruh yang demikian besar untuk industri ikutannya. Kami harapkan ke depan sektor ini mendapat perhatian lebih, apalagi berkaitan langsung tidak hanya dengan karyawan saja, tetapi dampaknya juga langsung bersentuhan dengan rakyat terutama kaitannya dengan perumahan,” tandas Hendro. (ATN)
