• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kota Dujiangyan, Model Peradaban Ekologi di Wilayah Sungai Yangtze

by Redaksi Asiatoday
November 10, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kota Dujiangyan, Model Peradaban Ekologi di Wilayah Sungai Yangtze 1

Kota Dujiangyan. Ist

ASIATODAY.ID, DUJIANGYAN – Kota Dujiangyan, Provinsi Sichuan, pusat ekologi penting di bagian atas Sungai Yangtze, memprioritaskan peradaban ekologi dan mempromosikan pembangunan kota yang berorientasi pada rantai industri, seperti inisiatif kelestarian alam dan pariwisata budaya.

Dujiangyan tercantum sebagai Situs Warisan Dunia, Situs Warisan Alam Dunia, serta Situs Teknik Irigasi Dunia. Dujiangyan juga dihuni beberapa hewan yang dilindungi di China, seperti panda raksasa dan monyet emas.

Dikutip dari siaran pers Dujiangyan City, Selasa (25/10/2022), dalam beberapa tahun terakhir, Dujiangyan juga menyandang gelar sebagai area percontohan pariwisata terpadu tingkat nasional, resor pariwisata tingkat nasional, kota ekologi nasional, area percontohan ekologi tingkat nasional, serta pionir pembangunan hijau.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Kota Dujiangyan, Model Peradaban Ekologi di Wilayah Sungai Yangtze 2
Kota Dujiangyan. Ist

Dujiangyan meningkatkan model “jalur hijau plus industri” guna membangun sistem ekologi di kota.

Jalur Tianfu sepanjang 735 km merupakan program percontohan pelestarian ekologi yang menyatukan kekayaan cadangan alam, objek wisata, situs bersejarah, dan pemandangan indah. Jalur ini meliputi area perkotaan dan menawarkan berbagai bisnis baru.

Proyek lainnya adalah jalur hijau sepanjang 30 km di komunitas Qili, Kecamatan Shiyang, yang mencakup Linpan, kawasan permukiman khusus di Sichuan Barat.

Pemandangan alam dan perkebunan membentuk lebih dari 10 pola bisnis pariwisata, termasuk katering, kuliner, kopi, gerai teh, bar, aula pedesaan, serta homestay dengan karakteristik yang menarik.

Dujiangyan juga memiliki sembilan sungai dan sumber daya air yang bermutu tinggi di Chana.

Pada April lalu, merek minuman berkarbonasi Yuanqi Senlin merampungkan pembangunan pabrik pertamanya di Dujiangyan. Lalu, pada Juni, konstruksi Kawasan Industri Golden Horse mulai berlangsung di Gunung Qingcheng.

Dujiangyan akan menciptakan skenario percontohan yang menyatukan industri dan pariwisata, memperkuat ekonomi berbasiskan sumber daya air, serta terus menjajaki industrialisasi produk alam, dan mempercepat industri yang ramah lingkungan.

Dujiangyan adalah kota yang berdekatan dengan wilayah pegunungan bersalju sebagai tempat bagi wisatawan menikmati pemandangan sepanjang tahun. Atlet Olimpiade Su Yiming dan Gu Ailing baru-baru ini meningkatkan animo publik terhadap objek wisata salju di lokasi tersebut.

Semakin banyak orang yang mendatangi lokasi Chengdu Bonski, lapangan latihan bagi dua peraih medali Olimpiade, untuk menikmati keseruan olahraga es dan salju.

Dujiangyan pun menjadi opsi menarik bagi semakin banyak wisatawan yang ingin menikmati pemandangan pada musim semi, berlibur pada musim panas, serta mengamati pemandangan pada musim gugur dan dingin, serta bermain ski di dalam ruang pada seluruh musim. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Green CityKota DujiangyanWarisan Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.