• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

KPK Bidik Korupsi Formula E Jakarta, FEO Angkat Bicara

by Redaksi Asiatoday
November 25, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KPK Bidik Korupsi Formula E Jakarta, FEO Angkat Bicara

Co-Founder sekaligus Chief Championship Officer Formula E Operations (FEO) Alberto Longo. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami adanya dugaan korupsi dalam ajang Formula E Jakarta.

Merespon hal itu, Co-Founder sekaligus Chief Championship Officer Formula E Operations (FEO) Alberto Longo menerangkan soal commitment fee penyelenggaraan Formula E Jakarta.

Menurut Longo, Jakarta tidak membayar commitment fee lebih besar dibandingkan dengan kota-kota lain yang menjadi penyelenggara Formula E.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Nilai feenya tidak bisa dibuka karena sifat rahasia, tetapi saya bisa yakinkan Jakarta tidak membayar lebih dari yang dibayarkan kota-kota lain,” jelas Longo di acara konferensi Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Kantor Blackstone, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021) malam.

Longo menegaskan, Formula E merupakan event kejuaraan dunia sehingga harganya sangat mahal.

Dia mencontohkan, rata-rata biaya balapan untuk satu kali balapan dalam satu hari sebesar USD25 juta. Namun, dia tidak memerinci secara detail biaya tersebut digunakan untuk apa saja.

“Contohnya, satu balapan satu hari, itu biayanya USD25 juta, itu tidak termasuk juga investasi seperti jalanan, materi untuk jalur atau treknya. Jadi, Formula E sangat tertarik datang ke Jakarta dan investasi di Jakarta. Anda seharusnya sangat bangga karena Indonesia bernegosiasi dengan kuat untuk bisa menyelenggarakan kejuaraan ini,” imbuhnya.

Longo mengatakan, commitment fee Formula E akan kembali ke Jakarta karena digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Formula E.

Dia pun berharap semua elemen di Jakarta berkolaborasi untuk menyukseskan balapan mobil listrik ini pada 4 Juni 2022 mendatang.

“Pada intinya nanti investasinya akan kembali lagi ke negara dan kami mengundang partisipasi dari Anda semua untuk menyukseskan acara ini,” pungkas Longo.

Sebagai referensi, Pemprov DKI Jakarta telah membayarkan commitment fee Formula E kepada FEO sebesar Rp560 miliar untuk tiga kali penyelenggaraan balap mobil listrik ini. Anggaran ini berasal dari APBD perubahan 2019 dan APBD 2020.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami dugaan rasuah dalam ajang balap Formula E di Jakarta. Tersangka dalam kasus itu segera dibeberkan ke publik.

“Kalau sudah selesai proses penelaahan baru kami umumkan hasil akhirnya,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Jakarta, Minggu (21/11/2021).

Ghufron mengatakan Lembaga Antikorupsi sedang mencari bukti untuk menjerat tersangka. Penyelidik juga belum melaporkan hasilnya kepada pimpinan.

“Karena belum dapat hasil ekspose, jadi kami tidak bisa memberikan perkembangannya karena masih bekerja,” ujar Ghufron.

Sebelumnya, KPK memastikan penyelidikan rasuah dalam ajang balap Formula E tidak sembarangan. Kasus itu dibuka karena KPK mengantongi bukti.

“Seluruhnya didasarkan pada kecukupan bukti-bukti yang membuat terangnya suatu konstruksi peristiwa pidana korupsi,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 15 September 2021.

Ali menegaskan KPK sudah sesuai aturan membuka penyelidikan dugaan korupsi dalam ajang balap mobil listrik itu. KPK menegaskan penindakan kasus korupsi di Indonesia tidak akan pandang bulu. (ATN)

Tags: Formula EKPK
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.