• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Krisis Air Jadi Ancaman Global akibat Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
April 26, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mitigasi Krisis Air Bersih, Indonesia Fokus Bangun Infrastruktur Hijau

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, infrastruktur hijau yang dibangun KemenPUPR dalam upaya menjaga ketersediaan air secara berkelanjutan. Dok KemenPUPR

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan air masih menjadi barang mewah bagi sebagian orang sehingga krisis air masih menjadi tantangan global.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di berbagai sektor dengan mengembangkan infrastruktur yang berkualitas dalam rangka penanganan dampak perubahan iklim.

“Pencapaian SDGs perlu dipercepat untuk mengatasi krisis air, perubahan iklim, dan memastikan pembangunan hijau,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya yang ditayangkan secara virtual pada Asia-Pacific Water Summit 2022 di Jepang, dikutip Selasa (26/4/2022).

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan bencana air akibat badai siklon tropis dan hujan konvektif yang sebelumnya jarang terjadi. Presiden Jokowi menegaskan diperlukan langkah nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Bulan lalu Indonesia berhasil mendorong disahkannya resolusi pengelolaan danau berkelanjutan di Majelis Lingkungan Hidup PBB. Resolusi tersebut mengintegrasikan pengelolaan kebijakan danau ke dalam rencana pembangunan nasional, regional maupun global,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengapresiasi Deklarasi Kumamoto yang diinisiasi oleh Perdana Menteri Kishida untuk percepatan langkah aksi bersama di sektor air.

“Saya berharap deklarasi ini memberikan dampak signifikan dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, resilient, dan berkelanjutan. Kami juga menyambut Saudara sekalian dalam KTT G20 pada Oktober 2022 dan World Water Forum 2024 di Bali,” kata Presiden.

Menjawab tantangan permasalahan air dan perubahan iklim, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan sejumlah inovasi pada mitigasi bencana alam dan sistem peringatan banjir dini (flood early warning system).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan untuk mencapai ketahanan air, pangan, dan energi, Pemerintah Indonesia membangun 61 bendungan. Sebanyak 29 di antaranya telah selesai dibangun.

“Kementerian PUPR juga melakukan revitalisasi 500 waduk dan danau, merehabilitasi 2 juta hektare sistem irigasi, dan membangun 500 hektare sistem irigasi baru,” ujar Menteri Basuki.

Untuk menghadapi perubahan iklim, Indonesia juga memperkuat tanggung jawab untuk membuat kota yang lebih layak huni. Kementerian PUPR telah membangun fasilitas perlindungan banjir, ruang terbuka hijau dan biru dan menerapkan kualitas yang lebih baik untuk penyediaan air dan sanitasi. Harapannya, dapat menurunkan kasus stunting atau gagal tumbuh kembang pada batita dan kemiskinan secara nasional.

Untuk mencapai target SDGs 2030, Indonesia akan mendorong pembangunan berkelanjutan dan memanfaatkan investasi hijau untuk proyek infrastruktur, terutama melalui skema KPBU. Kementerian Keuangan juga telah mengambil inisiatif awal terkait investasi berkelanjutan dan hijau, salah satunya melalui penerbitan Green Sukuk Bond pada Maret 2018.

Selain itu, Pemerintah juga tengah menyusun pengaturan nilai ekonomi karbon. (ATN)

Tags: Krisis Air BersihPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.