• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Legitimasi, Kekuasaan PM Malaysia Muhyiddin Diujung Tanduk

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Legitimasi, Kekuasaan PM Malaysia Muhyiddin Diujung Tanduk

PM Malaysia Muhyiddin Yassin saat bertemu dengan Raja Yang Dipertuan Agung. Ist

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Kekuasaan Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin kini berada diujung tanduk.

Pasalnya, Muhyiddin makin kehilangan legitimasi setelah pendukung Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) itu di parlemen kian melemah bersama koalisi partai pendukungnya.

Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi setelah melakukan pertemuan dewan tertinggi UMNO secara virtual, mengumumkan bahwa partai tersebut telah mencabut dukungannya untuk pemerintah Perikatan Nasional dan Muhyiddin sebagaimana dilaporkan TheStar, Rabu (4/8/2021).

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

11 anggota UMNO mendukung langkah tersebut. Hanya 104 anggota parlemen dari 220 yang mendukung Muhyiddin. Jika perdana menteri itu tak dapat tambahan dukungan maka dia telah kehilangan mayoritasnya.

Sampai hari ini, Presiden Partai Bersatu itu telah melakukan kompromi untuk mencapai kesepakatan dengan partai dan politisi lain untuk bisa tetap sebagai perdana menteri.

Muhyiddin terus berupaya bertahan dalam semangat juang karena pemerintah memiliki beberapa kesepakatan miliaran ringgit yang belum selesai. Karena itu, dia hari ini akan mengadakan pertemuan tatap muka dengan Raja Yang Dipertuan Agung.

Partai politik lain juga tengah membuat kesepakatan untuk mendapatkan kursi mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Ada beberapa kombinasi, tergantung pada partai atau politisi mana yang dapat mencapai kesepakatan. Ada pula gerakan untuk pemerintahan koalisi dengan hampir semua partai minus Muhyiddin sebagai PM dan Pakatan Harapan. Bisa jadi terbentuk pemerintahan Perikatan dengan Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang) dan Parti Warisan Sabah serta seorang presiden UMNO.

Akan tetapi, Pejuang dan Warisan mungkin tidak menginginkan pemimpin UMNO tertentu, terutama yang tengah menghadapi kasus hukum. Sementara, pihak oposisi, yakni Pakatan (PKR, DAP dan Partai Amanah Negara), Warisan dan Pejuang sedang mencoba untuk membentuk pemerintahan dengan anggota parlemen Tengku Razaleigh Hamzah dari UMNO atau Anggota Parlemen Shafie Apdal, yang merupakan presiden Warisan untuk menjadi Perdana Menteri.

Selain itu, ada juga gerakan untuk pemerintahan sementara dengan pemimpin UMNO sebagai Perdana Menteri. (ATN)

Tags: MalaysiaMuhyiddin Yassin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.