• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Krisis Properti, Ratusan Proyek di China Terbengkalai

by Redaksi Asiatoday
July 25, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekonomi Melambat, Developer Properti China Gulung Tikar

Properti di China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri properti di China sedang terguncang.

Aksi boikot pembayaran kredit oleh konsumen mengaibatkan 300 proyek di 50 kota di seluruh China terbengkalai.

Jika masalah ini tak segera diselesaikan dan terus berlanjut, disinyalir akan berdampak pada krisis besar ke seluruh China dan mempengaruhi ekonomi global.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Apabia default meningkat, mungkin ada implikasi ekonomi dan sosial yang luas dan serius,” tulis Fitch Ratings dalam sebuah laporan, dikutip dari CNA, Senin (25/7/2022).

Properti dan industri merupakan sektor yang memberikan seperempat kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) China. Setelah reformasi tahun 1998, sektor ini mengalami lonjakan permintaan dari kelas menengah dan didorong oleh kemudahan pinjaman bank untuk pengembang dan pembeli.

Berdasarkan laporan ANZ research, hampir 20 persen pinjaman properti beredar dari sistem perbankan China. Pengembang seringkali bergantung pada ‘pra-penjualan’ oleh pembeli yang menggunakan hipotek untuk unit yang belum dibangun.

Laporan Bloomberg News mencatat rumah yang belum selesai dibangun memiliki luas 225 juta meter persegi di China. Di sisi lain, seiring berkembangnya sektor properti, harga perumahan pun semakin melonjak. Sementara risiko dari pengembang yang sarat utang pembangunan semakin mengkhawatirkan.

Hal ini membuat Bank Sentral membatasi proporsi pinjaman properti di akhir tahun lalu untuk menekan total pinjaman yang dikeluarkan bank. Pasalnya, hal tersebut dapat menjadi ancaman untuk seluruh sistem keuangan.

Krisis ke tingkat default terjadi ketika pengembang terbesar di China, Evergrande terguncang dengan utang senilai US$300 miliar. Ditambah, dampak pandemi Covid-19 yang juga menjerat pengembang properti lainnya.

Masalah bertubi-tubi tersebut memicu protes pembeli rumah dengan melakukan boikot hipotek. Mereka akan berhenti melakukan pembayaran hingga konstruksi dilanjutkan.

Menanggapi kondisi ancaman tersebut, hari ini, Senin (25/7/2022) China dikabarkan menyiapkan dana untuk real estate senilai US$44,39 miliar atau Rp637,8 triliun untuk mendukung penyelesaian oleh pengembang properti, termasuk Evergrande Group.

Sebelumnya, dana dari China Construction Bank serta fasilitas pinjaman dari People’s Bank of China (PBOC) senilai 50 miliar yuan dan 30 miliar yuan. Namun belakangan dana tersebut bertambah menjadi 300 miliar yuan atau Rp 665,1 triliun. (ATN)

Tags: Asia PropertyChina Propertiy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.