• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

KTT G20: Inggris Serukan Pemimpin Dunia Atasi Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
November 22, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Vaksin Covid-19 Harus Tersedia Secara Global untuk Semua Orang

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Inggris menyerukan kepada negara-negara anggota Group of Twenty (G20) untuk berperan lebih aktif menghadapi perubahan iklim, sehingga warga dunia dapat lebih cepat mengantisipasi dan beradaptasi terhadap dampaknya seperti kenaikan permukaan air laut, anomali cuaca, dan bencana alam.

“Saya menyerukan pemimpin G20 menyampaikan komitmennya dan memperkuat upaya bersama mengerahkan seluruh kemampuan serta sumber daya menghadapi pandemi dan melindungi planet untuk masa depan generasi penerus,” kata PM Inggris Boris Johnson pada Sabtu (21/11/2020) malam WIB.

PM Johnson berharap pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung lewat ruang virtual dari Riyadh, Arab Saudi itu, para pemimpin G20 dapat menyepakati visi yang ambisius dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Kita hanya akan dapat melihat masa depan jika negara-negara yang ekonominya maju melakukan langkah yang ambisius dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” kata PM Johnson lewat rekaman video yang disiarkan otoritas di Arab Saudi selaku penyelenggara pertemuan dan ketua G20 tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Johnson mengapresiasi langkah Pemerintah Arab Saudi yang mulai menggunakan energi ramah lingkungan, meskipun negaranya merupakan salah satu penghasil utama bahan bakar minyak dan gas bumi.

“Jika kita hari ini ada di Arab Saudi, maka kita harus mengunjungi Neom, kota yang sempat saya kunjungi sebelum dibangun beberapa tahun lalu. Di atas tanah-tanah penghasil minyak bumi, Neom justru memanfaatkan tenaga hidrogen yang ramah lingkungan dan energi surya yang tidak akan habis. Kota Neom, visi Kota Neom, merupakan simbol dari cita-cita bersama untuk masa depan,” kata Johnson.

Neom merupakan kawasan industri di Arab Saudi, yang luasnya diperkirakan 33 kali lebih besar dari Kota New York di Amerika Serikat. Lokasi Neom berada di Provinsi Tabuk, tepatnya di pesisir Laut Merah.

Pembangunan tahap pertama Neom ditargetkan selesai tahun ini dan tuntas sepenuhnya pada 2025, kata Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman pada 2018. (Ant)

Tags: Climate ChangeClimate CrisisKTT G20Perubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.