• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kuasai Nikel, Indonesia akan Lewati Thailand di Industri Mobil Listrik

by Redaksi Asiatoday
May 29, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertama di Indonesia, SPKLU Ultra Fast Charging Diluncurkan di Bali

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kiri) mengisi daya mobil listrik saat peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di Central Parking Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat, 25 Maret 2022. Foto: BPMI Setpres

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebagai negara penguasa nikel terbesar di dunia, Indonesia diproyeksi akan melewati Thailand di industri mobil listrik di kawasan Asia Tenggara.

Laporan Asia Nikkei, pada Senin (29/5/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melobi para pemimpin dunia pada acara KTT G7 di Jepang untuk berinvestasi terkait EV di Indonesia.

Sebaliknya, Thailand justru tengah sibuk membentuk pemerintahan baru. Selain itu, dari sisi produksi mobil Thailand terus menurun sejak puncak 2,45 juta kendaraan pada 2013, turun menjadi 1,88 juta pada 2022, atau turun 23 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh perpindahan produksi ke luar negeri, yang sebagian bersumber dari banjir besar di tahun 2010-an.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Sementara itu, produksi di Indonesia meningkat lebih dari 30 persen dalam rentang waktu yang sama, mencapai 1,47 juta unit pada tahun 2022, mendekati 80 persen produksi Thailand pada tahun tersebut.

Di sisi lain, Hyundai Motor Korea Selatan dan SAIC-GM-Wuling China mulai memproduksi kendaraan listrik secara lokal di Indonesia, dan Tesla dikatakan mendekati kesepakatan awal untuk membangun fasilitas di sana.

Kemudian untuk melengkapi proses di hulu, LG Energy Solutions Korea Selatan sedang membangun pabrik baterai dengan Hyundai Motor, yang direncanakan mulai beroperasi pada 2024.

Tak hanya perusahaan Korea Selatan, CATL dari China juga berencana membangun pabrik baru di Indonesia dengan produksi bahan baku dan prekursor diharapkan pada 2025.

Untuk memacu pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) pada mobil dan bus listrik yang diproduksi dalam negeri.

Sementara, industri otomotif Thailand dimulai pada 1960-an, ketika pabrikan Jepang seperti Toyota mulai berproduksi di sana, dan rantai pasokan yang terkonsentrasi di negara itu berkembang segera setelah itu.

Alhasil, Thailand menjadi basis ekspor tidak hanya untuk Asia Tenggara, tetapi juga Australia, Timur Tengah dan Afrika.

Namun, dengan latar belakang pergeseran global ke EV, formula kemenangan negara berdasarkan kendaraan bermesin bensin telah menjadi usang.

Sumber pemerintah Thailand mengatakan pembuat mobil Jepang bergerak terlalu lambat menuju kendaraan listrik. Mobil Jepang masih sangat populer di Thailand, akan tetapi antusiasme terhadap EV sangat tinggi.

Oleh sebab itu, Thailand juga menetapkan bahwa kendaraan listrik akan menyumbang 30 persen atau lebih dari mobil baru yang diproduksi di negara itu pada tahun 2030.

Thailand juga meluncurkan insentif baru pada Februari 2022 dengan bantuan hingga 150.000 baht untuk kendaraan listrik.

Sebagai informasi, Toyota mengumumkan akan berkolaborasi dengan konglomerat Thailand Charoen Pokphand Group untuk menggunakan biogas yang dihasilkan dari kotoran ternak untuk menghasilkan hidrogen, berpotensi menggunakannya untuk kendaraan sel bahan bakar. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hilirisasi NikelIndustri Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.