• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ladang Minyak di Laut China Selatan Hasilkan 20 Juta Ton Ekuivalen Minyak pada 2022

by Redaksi Asiatoday
December 31, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ladang Minyak di Laut China Selatan Hasilkan 20 Juta Ton Ekuivalen Minyak pada 2022

Anjungan pengeboran semi-submersible laut dalam Xingwang di ladang gas Liwan3-2 di Laut China Selatan, China selatan. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, SHENZHEN – China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) cabang Shenzhen, produsen minyak dan gas lepas pantai terbesar di China, pada Jumat (30/12) mengumumkan bahwa output minyak dan gas tahunan dari ladang minyaknya di bagian timur Laut China Selatan telah melampaui 20 juta ton ekuivalen minyak pada 2022, kali pertama perusahaan tersebut membuat pencapaian itu.

Angka itu meningkat lebih dari 2,2 juta ton jika dibandingkan dengan angka yang tercatat pada 2021, kata perusahaan tersebut.

Sejak tahun 1990, ladang minyak di bagian timur Laut China Selatan ini telah menghasilkan lebih dari 300 juta ton minyak mentah dan 56 miliar meter kubik gas alam.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Ladang minyak tersebut telah mencatatkan peningkatan output sebesar lebih dari 5,4 juta ton minyak mentah sejak 2019, menyumbang sepertiga dari total output negara itu selama periode ini. Volume produksi tahunannya untuk gas alam melampaui 6 miliar meter kubik dalam empat tahun terakhir. Ladang minyak ini menyediakan sekitar seperempat dari total konsumsi gas alam tahunan di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau.

Terletak di cekungan muara Sungai Mutiara, ladang tersebut memiliki tujuh area produksi minyak dan gas utama, dengan 50 ladang minyak dan gas serta 41 fasilitas produksi. Ladang minyak itu adalah basis produksi minyak mentah terbesar di China selatan, dan memiliki klaster ladang minyak dan gas laut dalam terbesar di negara tersebut. (Xinhua)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: China National Offshore Oil CorporationIndustri Minyak dan GasLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.