• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Langgar Aturan Lockdown, Warga di Filipina Tewas Ditembak

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perangi Korupsi, Presiden Duterte Izinkan Warganya Tembak Koruptor

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. ist

ASIATODAY.ID, MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerapkan lockdown atau penutupan menyeluruh di Filipina secara ketat dan keras. Ia bahkan memerintahkan agar setiap pelanggar lockdown ditembak mati.

Perintah itu terbukti. Seorang pria ditembak mati di Filipina karena melanggar aturan lockdown tersebut. Ini adalah kasus pertama yang dilaporkan oleh negara dimana warga sipil menolak mengikuti pembatasan untuk menghentikan virus corona.

“Pria berusia 63 tahun ditembak mati di Filipina setelah mengancam para pejabat desa dan polisi dengan sabit di pos pemeriksaan virus corona,” kata polisi, Sabtu pekan lalu.

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Laporan polisi menyebutkan pria itu diyakini mabuk ketika ia mengancam para pejabat desa dan polisi yang menjaga pos pemeriksaan di Kota Nasipit di Provinsi Agusan del Norte.

“Tersangka itu diperingatkan oleh petugas kesehatan desa karena tidak mengenakan masker. Tapi tersangka marah, mengucapkan kata-kata memprovokasi dan akhirnya menyerang personel menggunakan sabit,” terang pihak kepolisian, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (6/4/2020).

Tersangka ditembak mati oleh seorang polisi yang berusaha menenangkannya. Insiden ini adalah kasus pertama yang dilaporkan polisi menembak warga sipil karena menolak mengikuti pembatasan untuk mengekang penyebaran virus corona.

Instruksi Duterte

Presiden Rodrigo Duterte telah memperingatkan pada Rabu 1 April lalu bahwa ia akan memerintahkan polisi dan militer untuk menembak siapa saja yang membuat masalah.

“Ikuti pemerintah saat ini karena sangat penting bagi kami untuk memberikan perintah,” katanya dalam pidato nasional televisi larut malam.

“Dan jangan membahayakan pekerja kesehatan, para dokter karena itu adalah kejahatan serius. Perintah saya kepada polisi dan militer, jika ada yang membuat masalah, dan hidup mereka dalam bahaya: tembak mereka mati,” tegasnya.

Pulau utama Luzon di Filipina telah ditutup selama sebulan sejak 16 Maret, melarang orang meninggalkan rumah mereka kecuali untuk perjalanan penting ke toko kelontong atau apotek, atau jika mereka adalah pekerja kesehatan yang berada di garis depan.

Banyak provinsi di luar Luzon juga memberlakukan pembatasan mereka sendiri dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Departemen kesehatan melaporkan 3.660 warga Filipina terinfeksi virus korona covid-19. Korban meninggal dilaporkan 163 jiwa dan 73 lainnya berhasil sembuh.

Duterte membela peringatannya terhadap pembuat onar di pidato televisi larut malam lainnya pada Jumat. Menurutnya masyarakat perlu menyadari gawatnya situasi karena siapa pun dapat sakit karena penyakit itu.

“Tanpa pembatasan ini, ini tidak akan berakhir. Jadi, jika kamu tidak mau mengikuti, maka aku akan menghabisimu untuk melindungi nyawa orang tak bersalah yang tidak ingin mati,” pungkas Duterte. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19DuterteFilipina
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.