• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Lawan Sanksi Barat, Xi Jinping dan Putin Gelar KTT Bersama Para Pemimpin Asia

by Redaksi Asiatoday
September 15, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Ajak Rusia dan Sekutunya Bersatu Lawan AS

Presiden China Xi Jinping bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat menggelar pertemuan beberapa waktu lalu. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bergabung dengan para pemimpin India, Pakistan, Turki, Iran serta beberapa negara lain untuk pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai atau Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Kota Smarkand, Uzbekistan mulai hari ini, Kamis (15/9/2022) hingga Jumat (16/9/2022).

Pertemuan puncak utama akan dilakukan pada hari Jumat, namun pertemuan para pemimpin Rusia dan China pada hari Kamis (15/9/2022), akan paling diawasi dengan ketat.

Bagi Putin, pertemuan puncak itu adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Rusia tidak dapat diisolasi secara internasional, pada saat pasukan Moskow menghadapi kemunduran besar di medan perang di Ukraina.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Sedangkan bagi Xi, dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak masa-masa awal pandemi Covid-19, kesempatan itu adalah untuk menopang kredensialnya sebagai negarawan global menjelang kongres penting Partai Komunis yang berkuasa pada bulan Oktober.

Bagi kedua pemimpin, KTT akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada Barat, terutama Amerika Serikat, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina dan membuat marah Beijing dengan menunjukkan dukungan baru-baru ini untuk Taiwan.

“SCO menawarkan alternatif nyata bagi organisasi yang berpusat pada Barat,” kata penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov kepada wartawan di Moskow seperti dikutip CNA, Kamis (15/9/2022).

“Semua anggota SCO berdiri untuk tatanan dunia yang adil,” katanya, menggambarkan KTT itu berlangsung “dengan latar belakang perubahan geopolitik skala besar”.

Masuk ke Samarkand, sebuah kota dengan bngunan masjid besar yang merupakan salah satu pusat rute perdagangan Jalur Sutra antara China dan Eropa, terlihat pengamanan ketat pada hari-hari menjelang KTT. Bandara ditutup untuk penerbangan komersial. Jalan-jalan dan bahkan pasarnya yang terkenal sebagian besar kosong dan sekolah akan ditutup selama dua hari pertemuan puncak. Penjagaan keamanan yang ketat terlihat di seluruh kota dengan kehadiran polisi dalam jumlah besar di jalan-jalan dan kendaraan lapis baja diparkir di pusat kota.

SCO, yang terdiri dari China, Rusia, India, Pakistan dan negara-negara bekas Soviet di Asia Tengah seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgistan, dan Tajikistan, didirikan pada tahun 2001 sebagai organisasi politik, ekonomi, dan keamanan untuk menyaingi institusi Barat.

Vladimir Putin dan Xi Jinping akan membahas soal Ukraina dan Taiwan, menurut pihak Kremlin.

Kelompok negara itu bukan aliansi militer formal seperti NATO atau blok yang sangat terintegrasi seperti Uni Eropa, tetapi anggotanya bekerja sama untuk mengatasi masalah keamanan bersama serta bekerja sama secara militer dan mempromosikan perdagangan.

Sesi gabungan utama KTT akan diadakan pada hari Jumat tetapi sebagian besar fokusnya adalah pada pembicaraan bilateral. Bersama dengan Xi, Putin akan bertemu hari ini dengan Presiden Iran, Ebrahim Raisi dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Kemudian, pada hari Jumat (16/9/2022), bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan.

Iran adalah negara pengamat SCO dan Erdogan telah menjadi perantara utama dalam kesepakatan antara Rusia dan Ukraina mengenai masalah seperti pengiriman biji-bijian. (ATN)

Tags: Shanghai Cooperation OrganizationVladimir PutinXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.