• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Lima Negara Dengan Nilai Indeks EODB Terbesar, Indonesia Tertinggal Jauh

by Redaksi Asiatoday
October 26, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Miliarder Hong Kong Terpuruk, Miliarder Saudi Makin Kaya Raya

Kemegahan Kota Arab Saudi. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Laporan indeks Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) 2020 yang dirilis oleh Bank Dunia pada Jumat (25/10/2019), menempatkan Indonesia pada posisi ke-73.

Peringkat ini tidak berubah bila dibandingkan dengan tahun 2019 meski perolehan nilai mengalami peningkatan 1,42 poin.

Negara dengan perbaikan nilai tertinggi dalam indeks tahun ini adalah Arab Saudi yaitu sebanyak 7,7 poin yang menempatkannya pada posisi ke-62 dari 190 negara.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Arab Saudi dinilai Bank Dunia melakukan perbaikan secara optimal pada delapan dari sepuluh indikator penilaian, yakni memulai usaha (starting a business), izin konstruksi (dealing with construction permits), elektrifikasi (getting electricity), mendapat kredit (getting credit), perlindungan terhadap investor minoritas (protecting minority investors), perdagangan lintas batas (trading across borders), penegakan hukum terhadap kontrak (enforcing contracts), serta penyelesaian perkara kebangkrutan (resolving insolvency).

Yordania juga mengalami kenaikan poin secara signifikan. Perbaikan pada tiga sektor, yaitu mendapat kredit, pembayaran pajak, dan penyelesaian perkara kebangkrutan membuat perolehan nilai negara ini naik 7,6 poin.

Selanjutnya, Togo mengalami kenaikan 7,0 poin yang menempatkannya pada peringkat ke-97, dua tingkat di bawah Filipina. Negara ini melakukan reformasi pada lima indikator yakni memulai usaha, izin konstruksi, elektrifikasi, pendaftaran properti (registering property), dan mendapat kredit.

Bahrain menjadi negara dengan perbaikan terbesar keempat dalam indeks tahun ini. Dengan reformasi pada seluruh bidang kecuali memulai usaha membuat perolehan angka Bahrain meningkat 5,9 poin dan menempatkannya pada posisi ke-43.

Tajikistan yang pada tahun ini bertengger di posisi ke-106 menorehkan kenaikan 5,7 poin bila dibandingkan dengan indeks tahun 2019. Negara di wilayah Asia Tengah itu melakukan reformasi pada tiga sektor, yaitu memulai usaha, mendapat kredit, dan perdagangan lintas batas. (AT)

,’;\;\’\’
Tags: Asia BusinessAsia InvestIndeks EODBInvestasiWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.