• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Lima Perusahaan Indonesia Masuk Forbes Asia’s 200 Best Under a Billion

by Redaksi Asiatoday
September 14, 2021
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lima Perusahaan Indonesia Masuk Forbes Asia’s 200 Best Under a Billion

Forbes. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan-perusahaan dari Indonesia makin menunjukkan daya saing di level Asia.

Setidaknya, lima perusahaan Indonesia berhasil masuk dalam daftar 200 perusahaan Asia terbaik versi Forbes atau  Forbes Asia’s 200 Best Under a Billion.

Kelima perusahaan tersebut diantaranya PT Mark Dynamics Indonesia Tbk., PT Medikaloka Hermina Tbk, PT Mitra Keluarga Sejahtera Tbk, PT Prodia Widyahusada Tbk, dan PT Sido Muncul Tbk.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Forbes Asia menyeleksi sekitar 20 ribu perusahaan yang berada di wilayah Asia Pasifik. Perusahaan-perusahaan yang masuk daftar tersebut akan masuk kategori Forbes Asia’s 200 Best Under a Billion sebagai perusahaan kelas menengah yang punya prospek jangka panjang.

Kriteria perusahaan yang dapat masuk ke Forbes Asia adalah nilai pertumbuhan earning per shares (EPS) dan return on equity (ROE), pendapatan perusahaan, dan kinerja nonkeuangan seperti tata kelola perusahaan

Melansir dari laman Forbes, Selasa (14/9/2021), berikut adalah 5 perusahaan asal Indonesia dalam daftar:

1. Mark Dynamics Indonesia

Perusahaan ini berfokus di industri manufaktur. Produk-produk yang dihasilkan seperti membuat sarung tangan berbahan karet. Sarung tangan tersebut bisa untuk sarung tangan bedah (medis), rumah tangga, hingga dibuat secara custom.

Penjualan per Agustus 2021 tercatat sebesar USD 39 juta setara Rp 556,1 miliar. Adapun market value perusahaan senilai USD 266 juta setara Rp 3,7 triliun.

2. Medikaloka Hermina

Salah satu jaringan rumah sakit yang terbesar di Indonesia karena mampu mengoperasikan 30 rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

Selama berdiri sejak 1999 yang berpusat di Jakarta, kini tenaga medis dan pegawai yang terlibat sebanyak 9.414 pekerja sehingga menghasilkan pendapatan sebesar Rp 4,33 triliun. Nilai market value USD 1,20 miliar.

3. Mitra Keluarga

Layanan kesehatan dan manajemen rumah sakit menjadi fokus dari perusahaan. PT Mitra Keluarga Sejahtera Tbk telah mengoperasikan 36 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan Jawa.

Sama seperti Medikaloka, perusahaan ini dibangun 4 tahun lebih dulu yaitu 1999 dengan berpusat di Bekasi. Saat ini, keuntungan yang diterima perusahaan adalah sebesar Rp 3,35 triliun. Adapun market value USD 2,2 miliar.

4. Prodia Widyahusada

Sebuah perusahaan yang menyediakan layanan kesehatan melalui lebih 267 klinik beserta 142 laboratorium klinik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Setelah berhasil masuk dalam kategori Forbes Asia, Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengucapkan pencapaian yang dimiliki saat ini adalah kerja dan usaha keras yang sudah terbayarkan karena dukungan yang diberikan oleh seluruh anggota Prodia dan kepercayaan dari para investor.

Arus kas yang berhasil dipertahankan dari aktivitas operasi telah meningkat 188,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Posisi surplus tersebut membuat pendapatan yang diterima perusahaan per Agustus 2021 sebanyak Rp 1,83 triliun. Adapun market value senilai USD 494 juta.

5. Sido Muncul

Nama yang sudah tidak asing lagi didengar oleh setiap kalangan. Produk yang dihasilkan perusahaan berupa jamu, obat tradisional, dan produk makanan dan minuman telah didistribusikan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Produk-produk lainnya seputar makanan dan obat antara lain kopi, tablet hisap, minuman energi, dan suplemen kunyit. Meluasnya pasar perusahaan yang didirikan pada 1951 ini, telah mampu mempekerjakan pekerja sebanyak 2.755 orang.

Dengan begitu, pendapatan yang diterima perusahaan tercatat sebesar Rp 3,26 triliun. Dengan market value USD1,66 miliar. (ATN)

Tags: Asia BusinessForbesForbes Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.