• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Limbah Industri Tekstil Cemari Pantai Timur Ancol

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Limbah Industri Tekstil Cemari Pantai Timur Ancol

Para aktivis lingkungan memunguti limbah industri tekstil berserakan di Pantai Timur, Ancol, Jakarta. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia akan melakukan investigasi terhadap sumber limbah industri tekstil yang mencemati kawasan Pantai Timur di Ancol, Jakarta Utara.

“Pengusaha buang limbah konveksi mungkin sengaja untuk menguruk laut, kami tidak tahu, tapi kami akan investigasi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mengikuti kegiatan bersih sampah di Pantai Timur, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (18/8/2019).

Dalam gerakan sosial bersih pantai dan laut bertajuk “Menghadap Laut 2.0” itu, Susi menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik hingga sobekan kain yang menumpuk dan sebagian tertimbun pasir.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Sebanyak 7,5 ton sampah berhasil dikumpulkan oleh ratusan relawan peduli lingkungan. Sampah jenis tekstil adalah yang paling banyak mencapai 6,1 ton, lalu disusul plastik lembut 409 kilogram dan karet seberat 395 kilogram.

“Ini yang harus dilakukan investigasi. Kami kirim alat berat untuk membersihkan, karena dengan memungut tangan saja sudah dapat banyak,” ujarnya.

Susi mengimbau agar perusahan-perusahaan konveksi tidak membuang limbah secara sengaja karena pakaian juga membutuhkan waktu untuk terurai, sehingga berpotensi merusak lingkungan.

Lebih lanjut dia juga mengungkapkan sebagian perusahan di Indonesia telah sadar terhadap kebersihan lingkungan, terkhusus perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata yang mengelola laut.

“Di Indonesia sudah ada yang mulai sadar bersih, terutama bisnis wisata, tapi belum banyak tempat yang seperti ini, buang sampah seenaknya seolah (laut) ini adalah tempat sampah,” ujarnya.

“Kita tidak mau 2030 nanti lebih banyak plastik dari pada ikan di laut. Kita butuh ikan yang lebih banyak untuk makanan orang-orang kita, untuk lebih pintar, lebih sehat, dan laut harus sehat untuk dapat menghasilkan ikan lebih banyak,” kata Susi. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AncolLautLimbahMenteri SusiPencemaran Lingkungan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.