ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan properti PT Lippo Karawaci Tbk menerbitkan obligasi global senilai USD325 juta dengan kupon bunga 8,12 persen yang akan jatuh tempo pada 2025.
Menurut Chief Executive Lippo Karawaci John Riady, hasil dari obligasi itu akan digunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo pada 2022. Selain itu dia mengatakan surat utang perseroan mengalami oversubscribed sebanyak 4,5 kali.
“Obligasi ini menunjukkan kepercayaan investor akan kekuatan keuangan LPKR. Tentunya kami sangat senang obligasi 5 tahun terbaru kami menarik minat para investor secara signifikan sehingga mendapatkan kelebihan permintaan,” terang John Riady melalui keterangan resmi yang diterima Kamis (16/01/2020).
John menjelaskan, larisnya surat utang perseroan menggambarkan kepercayaan investor terhadap perseroan dalam hal membayar utang kepada para kreditur dari dalam dan luar negeri.
Penerbitan obligasi terbaru ini didukung oleh global book runners di antaranya Credit Suisse, BNP Paribas dan Deutche Bank.
Di sisi lain, LPKR pun sedang dalam tahap akhir mencairkan fasilitas pinjaman untuk membayar kembali sisa utang obligasi senilai USSD100 juta. Anak usaha Grup Lippo itu tengah berupaya untuk tidak memiliki utang besar yang jatuh temponya kurang dari 5 tahun ke depan. (ATN)
,’;\;\’\’
