• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mahasiswa Harvard Walk Out Saat Dubes Israel Isi Kuliah

by Redaksi Asiatoday
November 17, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahasiswa Harvard Walk Out Saat Dubes Israel Isi Kuliah

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Puluhan mahasiswa Universitas Harvard Walk out dari ruang kuliah umum yang disampaikan oleh Duta Besar Israel untuk New York Dani Dayan.

Aksi para mahasiswa itu terjadi sebelum dimulai pembahasan tentang Strategi Hukum Pemukiman Israel.

Melansir Arab News, Sabtu (16/11/2019), para mahasiswa walk out sambil menunjukkan beragam poster yang bertuliskan pesan “Pendudukan adalah kejahatan perang”.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Dayan menyebut para pengunjuk rasa itu adalah “sekelompok pecundang” dalam sebuah twit setelah sesi kuliah yang ditinggalkan para mahasiswa tersebut.

Seorang mahasiswa Harvard menggambarkan aksi walk out itu dalam sebuah status di Twitter.

“100+ siswa di @Harvard_Law keluar dari sebuah pembicaraan yang menjadi tuan rumah pemimpin pemukim ekstremis, dan Konsulat Jenderal Israel saat ini di New York, Dani Dayon. Dayon dibiarkan berbicara di ruangan yang hampir kosong,” tulis Hamzah Raza di akun @raza_hamzah pada 13 November.

Mahasiswa lainnya mengungkapkan rasa kecewanya atas kehadiran Dani Dayan, Konsul Jenderal Israel di New York yangmengadvokasi pendirian dan pemeliharaan permukiman Israel di Tepi Barat –dengan pembahasan yang disampaikannya.

“Saya kecewa bahwa Sekolah Hukum Harvard akan membiarkan propaganda semacam ini untuk proyek kolonial untuk akumulasi dengan perampasan dibingkai sebagai hukum,” kata seorang pemimpin mahasiswa yang dikutip oleh Komite Solidaritas Palestina Harvard College (HCPSC).

“Ini tidak hanya ilegal tetapi juga tidak jujur,” tambah mahasiswa itu.

“Mari kita perjelas, ada konsensus di antara komunitas internasional bahwa permukiman Israel ilegal menurut hukum internasional dan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa Keempat,” kata siswa yang dikutip oleh HCPSC. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Harvard UniversityIsraelPalestina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.