• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mahathir : Tiba Waktunya Negara-negara Muslim Bersatu

by Redaksi Asiatoday
January 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahathir : Tiba Waktunya Negara-negara Muslim Bersatu

Mahathir Mohamad. ist

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bereaksi keras atas terbunuhnya komandan militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

Mahathir menilai pembunuhan Qasem Soleimani oleh militer Amerika Serikat sebagai tindakan amoral.

Ditengah situasi saat ini, Mahathir menyerukan kepada segenap negara-negara Muslim untuk menyatukan diri dan melindungi diri terhadap ancaman eksternal.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Kini waktu yang tepat bagi negara-negara Muslim untuk bersama-sama membangun persatuan,” seru Mahathir, melansir Reuters, Selasa (07/01/2020).

Mahathir menyatakan beberapa bulan terakhir ketegangan diplomatik di negara-negara Muslim kian muncul. Serangan pesawat nirawak Amerika Serikat terhadap Soleimani bertentangan dengan hukum internasional.

“Kami tidak lagi aman sekarang. Jika ada yang menghina atau mengatakan sesuatu yang tidak disukai seseorang, tidak apa-apa bagi orang dari negara lain untuk mengirim drone dan mungkin menembaki saya,” kata Mahathir.

Tterbunuhnya Soleimani di Baghdad Jumat lalu telah memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Menurut Mahathir, peristiwa itu dapat menyebabkan eskalasi yang disebut terorisme.

Mahathir telah berusaha mempertahankan hubungan baik dengan Iran meskipun ada sanksi AS terhadap negara Timur Tengah. Apalagi, ada sekitar 10 ribu warga Iran saat ini tinggal di Malaysia.

Bulan lalu, Mahathir menjamu Presiden Iran Hassan Rouhani di sebuah konferensi para pemimpin Muslim di Malaysia. Mereka membahas peningkatan bisnis, perdagangan mata uang satu sama lain, dan bersaing dengan negara-negara non-Muslim. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatIranKonflik Iran-AmerikaMahathir Muhamad
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.