• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mahathir : Tiba Waktunya Negara-negara Muslim Bersatu

by Redaksi Asiatoday
January 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahathir : Tiba Waktunya Negara-negara Muslim Bersatu

Mahathir Mohamad. ist

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bereaksi keras atas terbunuhnya komandan militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

Mahathir menilai pembunuhan Qasem Soleimani oleh militer Amerika Serikat sebagai tindakan amoral.

Ditengah situasi saat ini, Mahathir menyerukan kepada segenap negara-negara Muslim untuk menyatukan diri dan melindungi diri terhadap ancaman eksternal.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“Kini waktu yang tepat bagi negara-negara Muslim untuk bersama-sama membangun persatuan,” seru Mahathir, melansir Reuters, Selasa (07/01/2020).

Mahathir menyatakan beberapa bulan terakhir ketegangan diplomatik di negara-negara Muslim kian muncul. Serangan pesawat nirawak Amerika Serikat terhadap Soleimani bertentangan dengan hukum internasional.

“Kami tidak lagi aman sekarang. Jika ada yang menghina atau mengatakan sesuatu yang tidak disukai seseorang, tidak apa-apa bagi orang dari negara lain untuk mengirim drone dan mungkin menembaki saya,” kata Mahathir.

Tterbunuhnya Soleimani di Baghdad Jumat lalu telah memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Menurut Mahathir, peristiwa itu dapat menyebabkan eskalasi yang disebut terorisme.

Mahathir telah berusaha mempertahankan hubungan baik dengan Iran meskipun ada sanksi AS terhadap negara Timur Tengah. Apalagi, ada sekitar 10 ribu warga Iran saat ini tinggal di Malaysia.

Bulan lalu, Mahathir menjamu Presiden Iran Hassan Rouhani di sebuah konferensi para pemimpin Muslim di Malaysia. Mereka membahas peningkatan bisnis, perdagangan mata uang satu sama lain, dan bersaing dengan negara-negara non-Muslim. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatIranKonflik Iran-AmerikaMahathir Muhamad
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.