• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Malaysia Akan Gugat Uni Eropa (UE) ke WTO Soal Diskriminasi Sawit

by Redaksi Asiatoday
January 12, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menanti Malaysia Ikuti Jejak Indonesia Menggugat UE di WTO Terkait Sawit

World Trade Organization (WTO). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Malaysia  akan mengajukan gugatan terhadap Uni Eropa (UE) ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

Gugatan ini terkait kebijakan UE atas diskriminasi sawit.

Menteri Industri dan Komoditas Perkebunan Mohd Khairuddin Aman Razali mengatakan bahwa Malaysia akan terus melawan segala tindakan diskriminatif yang mengancam ekonomi negara dan mata pencaharian rakyatnya.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

“Tindakan hukum sedang dalam proses. Kami telah membawa memorandum ke kabinet dan telah setuju untuk mengambil tindakan terhadap UE atas rencana terakhir untuk membatasi dan menghentikan impor minyak sawit yang kami anggap diskriminatif,” kata Razali dikutip dari themalaysianreserve.com, Selasa (12/1/2021).

“Kami akan mengajukan tindakan hukum akhir pekan ini pada 15 Januari,” katanya dalam konferensi pers di Palm Oil Economic Review dan Outlook Virtual Conference 2021, Senin (11/1/2021).

UE telah mengadopsi proposal tindakan yang didelegasikan yang menerapkan Petunjuk Energi Terbarukan II (Renewable Energy Directive II/REDII), undang-undang kebijakan ET utama blok perdagangan.

Melalui REDII, blok perdagangan dan negara-negara anggota UE diharapkan dapat meningkatkan porsi sumber terbarukan dalam bauran konsumsi energi mereka menjadi 32 persen dari total konsumsi energi pada 2030, yang mengindikasikan penghentian penggunaan biofuel.

Arahan tersebut menunjukkan bahwa budi daya kelapa sawit berkontribusi pada emisi rumah kaca, deforestasi, dan perubahan penggunaan lahan tidak langsung, yang kemudian mengklasifikasikannya sebagai aktivitas “berisiko tinggi”.

Dalam tindakan hukum, Malaysia mengupayakan keputusan yang tidak bias atas tindakan yang didelegasikan UE, yang mengecualikan minyak sawit sebagai bagian dari campuran bahan bakar nabati.

Malaysia juga menyerukan agar UE untuk mendefinisikan kembali aktivitas budi daya kelapa sawit yang selama ini diklasifikasikan berisiko tinggi.

Pada Desember 2019, Indonesia sebagai  produsen minyak sawit terbesar di dunia, mengajukan gugatan terhadap UE ke WTO dengan alasan bahwa pembatasan biofuel berbasis minyak sawit tidak adil dan meminta konsultasi dengan blok perdagangan tersebut.

Malaysia juga sedang mengamati sebagai pihak ketiga dalam kasus Indonesia melawan UE, bersama dengan negara penghasil minyak sawit lainnya seperti Kolombia, Ekuador, Guatemala, Thailand, Australia, Brasil, AS, Kosta Rika dan India, serta negara bukan produsen seperti China, Kanada, Singapura, Korea Selatan, Turki, Norwegia, Rusia, Argentina, dan Jepang.

Konsultasi yang diadakan pada 19 Februari 2020 gagal menyelesaikan perselisihan, yang mengarah pada pembentukan panel untuk meneliti masalah tersebut lebih lanjut.

Malaysia dan Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia, memasok sekitar 85 persen permintaan di seluruh dunia.

Negara-negara UE adalah pembeli terbesar kedua minyak sawit dari Malaysia dan Indonesia setelah India karena Eropa saat ini mengonsumsi 7,5 juta ton minyak sawit per tahun—sekitar 10 persen hingga 15 persen dari permintaan minyak sawit global. (ATN)

Tags: ASEAN-Uni EropaIndustri SawitMalaysiaUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.