• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Malaysia dan Filipina Sepakat Saling Akui Sertifikat Vaksin

by Redaksi Asiatoday
February 16, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Malaysia dan Filipina Sepakat Saling Akui Sertifikat Vaksin

Malaysia dan Filipina. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia dan Filipina sepakat untuk saling mengakui sertifikat vaksinasi covid-19 pada Senin (14/2/2022).

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Selasa mengatakan bahwa traveler dari Malaysia sekarang diizinkan masuk ke Filipina dengan bukti status vaksinasi penuh mereka di MySejahtera, yang merupakan aplikasi pelacakan nasional Malaysia.

“Wisatawan dari Filipina juga akan diizinkan masuk ke Malaysia dengan bukti status vaksinasi penuh dari VaxCertPH,” sebut pernyataan itu, seperti dikutip CNA, Rabu (16/2/2022).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Masuknya pelancong juga tunduk pada prosedur karantina saat ini yang ditetapkan oleh otoritas di kedua negara,” tambah pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia.

VaxCertPH adalah situs web yang diluncurkan oleh Departemen Kesehatan Filipina, yang memungkinkan individu untuk mengajukan sertifikat vaksinasi digital untuk membuktikan status vaksinasi lengkap mereka.

Menurut Kementerian Luar Negeri Malaysia, perjanjian tersebut memungkinkan Kedutaan Besar Malaysia di Manila untuk membantu tujuh warga Malaysia yang terdampar di Bandara Internasional Ninoy Aquino pada Minggu 13 Februari untuk memasuki Filipina untuk tujuan resmi dan bisnis.

“Pada dasarnya, pemerintah Malaysia mengakui pelancong yang telah sepenuhnya menerima vaksin yang disetujui di bawah Daftar Penggunaan Darurat (EUL) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau yang disetujui oleh otoritas negara tertentu,” sebut pernyataan itu.

Namun dikatakan bahwa pengakuan sertifikat vaksinasi digital MySejahtera tunduk pada keputusan pemerintah negara lain.

Kementerian Luar Negeri menambahkan bahwa baik Malaysia dan Filipina juga telah sepakat untuk terus bekerja sama menuju sistem online yang lebih aman dan andal untuk memverifikasi keaslian sertifikat vaksinasi covid-19.

Dikatakan bahwa sistem seperti itu dapat memfasilitasi proses masuk bagi pelancong yang divaksinasi lengkap.

Sebanyak tujuh pelancong dari Malaysia terdampar semalaman di Bandara Internasional Ninoy Aquino pada 13 Februari, setelah mereka diberitahu oleh imigrasi Filipina bahwa sertifikat vaksinasi digital mereka tidak diakui oleh pihak berwenang Filipina.

Harian Malaysia The Star mengutip salah satu warga Malaysia yang terdampar yang mengatakan bahwa mereka diberitahu bahwa sertifikat vaksinasi digital mereka pada aplikasi pelacakan MySejahtera bukanlah bukti vaksinasi yang dapat diterima.

Warga Malaysia yang tidak disebutkan namanya itu juga mengatakan bahwa pelancong lain yang telah divaksinasi di negara lain seperti Singapura atau Inggris, diberikan akses ke Filipina.

Filipina membuka kembali perbatasannya untuk turis yang divaksinasi penuh Kamis lalu, setelah larangan dua tahun untuk memerangi infeksi covid-19 lokal. (ATN)

Tags: AseanFilipinaMalaysiaVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.