• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Malaysia Serukan ASEAN Bersatu Lawan Junta Myanmar

by Redaksi Asiatoday
August 11, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kolaborasi AFFA dan IPC Corporate University Bangun SDM Berkualitas Global

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Malaysia menyerukan negara-negara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bersatu untuk melawan junta  militer Myanmar.

Malaysia menginginkan akhir yang jelas dalam proses perdamaian Myanmar.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuiddun Abdullah selama kunjungan ke Thailand pada Rabu (10/8/2022), secara terang-terangan mengatakan, anggota ASEAN harus secara moral mendukung rakyat Myanmar.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Anggota ASEAN perlu terlibat dengan kelompok oposisi yang dibentuk setelah kudeta, termasuk pemerintah bayangan yang dilarang oleh junta.

“Sekarang ini sepihak, kami hanya melibatkan junta,” kata menteri luar negeri itu menampik permintaan militer Myanmar untuk tidak menghubungi kelompok yang disebutnya “teroris”.

Saifuddin mengatakan, para menteri luar negeri ASEAN pekan lalu membahas kemungkinan mencari dukungan dari negara pihak ketiga. Bantuan ini untuk membantu proses perdamaian yang dipimpin ASEAN.

“Beberapa dari kami mengajukan ke meja bahwa jika ASEAN tidak dapat melakukannya sendiri maka kami mungkin harus melibatkan beberapa mitra dialog ASEAN kami,” kata Saifuddin tanpa menyebut nama negara mana pun.

Myanmar telah terperangkap dalam spiral kekerasan sejak militer merebut kekuasaan tahun lalu dan mengakhiri satu dekade demokrasi tentatif. Peristiwa ini memicu reaksi protes, pemogokan, dan perlawanan bersenjata yang dihadapi para jenderal dengan kekuatan mematikan.

Negara-negara ASEAN yang memiliki kode non-intervensi dalam urusan masing-masing negara anggota ini kehilangan kesabaran dengan junta. Junta Myanmar dinilai gagal mengikuti rencana yang mencakup dialog multi-partai, akses bantuan kemanusiaan dan penghentian permusuhan. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.