• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Malaysia Serukan ASEAN Bersatu Lawan Junta Myanmar

by Redaksi Asiatoday
August 11, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kolaborasi AFFA dan IPC Corporate University Bangun SDM Berkualitas Global

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Malaysia menyerukan negara-negara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bersatu untuk melawan junta  militer Myanmar.

Malaysia menginginkan akhir yang jelas dalam proses perdamaian Myanmar.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuiddun Abdullah selama kunjungan ke Thailand pada Rabu (10/8/2022), secara terang-terangan mengatakan, anggota ASEAN harus secara moral mendukung rakyat Myanmar.

RelatedPosts

Australia Deepens Strategic Partnership With Indonesia

Indonesia Reaffirms Ties With Iran Amid Regional Tensions

Australia and Indonesia Strengthen Strategic Partnership Through Cultural Diplomacy

Anggota ASEAN perlu terlibat dengan kelompok oposisi yang dibentuk setelah kudeta, termasuk pemerintah bayangan yang dilarang oleh junta.

“Sekarang ini sepihak, kami hanya melibatkan junta,” kata menteri luar negeri itu menampik permintaan militer Myanmar untuk tidak menghubungi kelompok yang disebutnya “teroris”.

Saifuddin mengatakan, para menteri luar negeri ASEAN pekan lalu membahas kemungkinan mencari dukungan dari negara pihak ketiga. Bantuan ini untuk membantu proses perdamaian yang dipimpin ASEAN.

“Beberapa dari kami mengajukan ke meja bahwa jika ASEAN tidak dapat melakukannya sendiri maka kami mungkin harus melibatkan beberapa mitra dialog ASEAN kami,” kata Saifuddin tanpa menyebut nama negara mana pun.

Myanmar telah terperangkap dalam spiral kekerasan sejak militer merebut kekuasaan tahun lalu dan mengakhiri satu dekade demokrasi tentatif. Peristiwa ini memicu reaksi protes, pemogokan, dan perlawanan bersenjata yang dihadapi para jenderal dengan kekuatan mematikan.

Negara-negara ASEAN yang memiliki kode non-intervensi dalam urusan masing-masing negara anggota ini kehilangan kesabaran dengan junta. Junta Myanmar dinilai gagal mengikuti rencana yang mencakup dialog multi-partai, akses bantuan kemanusiaan dan penghentian permusuhan. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.