• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Masa Depan Indonesia Bergantung Pada Energi Hijau

by Redaksi Asiatoday
December 6, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Masa Depan Indonesia Bergantung Pada Energi Hijau

Geothermal Energy Station Muara Laboh. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara kontinyu terus mendengungkan pemanfaatan Energi Hijau (Green Energy) sebagai salah satu solusi dari masa depan Indonesia.

Pasalnya, pengelola sumber energi hijau ramah lingkungan yang melimpah di Indonesia diyakini mampu memberi dampak positif terhadap perekonomian, salah satunya memperbaiki neraca transaksi berjalan yang saat ini mengalami defisit.

“Selama bertahun-tahun kami baru menyadari betapa besarnya potensi energi ramah lingkungan ini. Jika ini bisa kami kelola, tentunya bisa dapat memperbaiki neraca transaksi Indonesia. Perang dagang yang terjadi membuat kami sadar akan potensi ini,” terang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis (5/12/2019) dikutip keterangan tertulis.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Luhut mengungkapkan hal itu saat menjadi pembicara pada Forum Bloomberg New Energy Finance yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok.

Menurut Luhut, potensi energi hijau Indonesia secara total mencapai hingga 443.208 MW, yang terdiri atas berbagai jenis mulai dari tenaga air, angin, biomassa dan lainnya.

Potensi energi dari air, misalnya, di Papua saja mencapai 22 ribu MW dan di Kalimantan mencapai 11 ribu MW.

Luhut memandang, dengan mengolah energi yang ramah lingkungan dan lebih murah ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada impor BBM, yang merupakan salah satu faktor utama defisit pada neraca perdagangan.

“Kami berharap masyarakat semakin memanfaatkan potensi-potensi tersebut. Pengembangan energi terbarukan ini bisa didorong oleh semakin murahnya teknologi baterai litium,” imbuhnya.

Luhut mengungkapkan sudah melakukan dua kali pertemuan dengan Governor Directors and Corporate Auditors Japan Bank of International Cooperation (JBIC) Tadashi Maeda untuk membicarakan kemungkinan kerja sama pembiayaan di bidang energi ramah lingkungan.

Dalam rangka mengembangkan potensi-potensi energi ramah lingkungan ini, di sela-sela Forum Bloomberg New Energy Finance tersebut, Luhut juga menerima Yashushi Fukuzumi, Vice President Mitsubishi Heavy Industries. Pertemuan tersebut membicarakan potensi pengembangan energi matahari di Indonesia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: EBTEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.