• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Masyarakat Indonesia Lebih Dukung Investor Timur Tengah Dibanding China

by Redaksi Asiatoday
April 5, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lockdown Arab Saudi Dilonggarkan, Ekonomi Mulai Menggeliat

Kota Riyadh, Arab Saudi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah jajak pendapat yang diprakarsai oleh Lowy Institute menunjukkan mayoritas warga Indonesia lebih memilih investor asing dari negara Timur Tengah untuk berinvestasi di negeri itu.

Di sisi lain, hanya satu dari tiga warga Indonesia yang setuju investor asal China menjadi pengendali di perusahaan besar nasional. Hal ini menunjukkan kesulitan yang dihadapi Beijing untuk meningkatkan citranya di seluruh Asia Tenggara.

Lembaga Lowy Institute yang berbasis di Australia menggelar jajak pendapat terhadap responden mengenai berbagai topik, termasuk apakah mereka akan menyukai perusahaan, bank, atau dana investasi dari delapan negara tertentu yang membeli saham mayoritas di perusahaan besar Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Jajak pendapat bertajuk “Indonesia Polls 2021” ini menunjukkan mayoritas responden lebih memilih investor dari Arab Saudi dengan 57 persen, disusul oleh investor Amerika Serikat (AS) dengan 42 persen, dan China dengan 30 persen.

Meskipun tingkat kepercayaan warga Indonesia terhadap AS dan China jatuh, survei menunjukkan lebih banyak hal negatif yang ditujukan ke China. Lebih banyak responden melihat AS lebih penting bagi perekonomian Indonesia daripada China.

Mayoritas mengatakan bahwa negara pemerintah harus bergabung dengan negara lain untuk membatasi pengaruh China.

“China menempati peringkat yang kurang baik dibandingkan AS dalam berbagai indikator, dari kepemimpinan militer dan ekonomi, serta pengaruh dan masalah keamanan, hingga tolok ukur ‘kekuatan lunak’ seperti tujuan pendidikan dan pekerjaan,” tulis Lowy Institute dalam ringkasan jajak pendapat, dikutip Bloomberg, Selasa (5/4/2022).

Survei tersebut dilakukan saat Indonesia beralih ke investor Timur Tengah dan China untuk membiayai pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.

Sebelumnya, pendiri SoftBank Group Corp. Masayoshi Son menarik diri dari proyek tersebut. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Panjaitan sebelumnya mengatakan bahwa sejumlah investor asing telah menyatakan minatnya terhadap proyek di IKN, termasuk dari Arab Saudi dan Abu Dhabi dalam kemitraan dengan investor China. “Warga Indonesia tampaknya sangat menjunjung tinggi negara-negara Islam,” tulis laporan survei tersebut.

Jajak pendapat ini mensurvei 3.000 warga Indonesia. Arab Saudi menduduki puncak dalam hal persepsi tentang negara dan wilayah.

Setelah Presiden Joko Widodo, dua pemimpin berikutnya yang paling menginspirasi di antara responden adalah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sebesar 57 persen, dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed sebesar 52 persen.

Presiden AS Joe Biden dengan 44 persen mengungguli pemimpin China Xi Jinping dan Kim Jong Un dari Korea Utara, keduanya memiliki kepercayaan sekitar 30 persen dari warga Indonesia.

“Di tengah pembicaraan tentang perubahan Islam dalam kebijakan luar negeri Indonesia, dan meningkatnya konservatisme agama di dalam negeri, lebih banyak orang Indonesia yang mengungkapkan kepercayaan kepada para pemimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab daripada pemimpin asing lainnya,” kata survei tersebut.

Survei juga menunjukkan bahwa warga Indonesia semakin tidak percaya pada negara-negara besar selama dekade terakhir. Sementara itu, 56 persen responden memercayai AS, turun 16 poin persentase dibandingkan satu dekade lalu. Kepercayaan di China turun lebih jauh menjadi 42 persen pada periode tersebut. (ATN)

Tags: Investasi Arab SaudiInvestasi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.