• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Menhub : Bandara di Kalbar Paling Terdampak Kabut Asap

by Redaksi Asiatoday
September 17, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bencana Kabut Asap Hambat Penerbangan di Indonesia

Kabut asap menyelimuti Bandara Internasional Riau, Pekanbaru. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menimbulkan dampak luas, termasuk aktivitas penerbangan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan keprihatinannya atas bencana ini, khususnya yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas penerbangan di beberapa bandara.

Menurut Menhub, bandara yang paling terdampak akibat karhutla ada di wilayah Kalimantan Barat seperti Pontianak, Ketapang dan Sambas.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Keadaan penerbangan di Riau sudah mulai menurun, kita memang perlu melakukan suatu koordinasi. Selama ini kita tidak melakukan pelarangan untuk melakukan penerbangan ke sana,” terangnya di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Budi Karya menyatakan, pihaknya meminta stakeholder terkait untuk bekerja secara detail agar tidak menimbulkan suatu masalah dalam penerbangan seperti peningkatan safety dan memastikan visibility dalam penerbangan.

Selain itu, Menhub mengimbau pilot tidak mendarat di bandara yang memiliki jarak pandang minimal pada jam-jam tertentu sambil menunggu normalnya jarak pandang pada penerbagnan.

Terkait keterlambatan penerbangan, Menhub mengatakan belum menghitung total kerugian yang diderita sektor penerbangan. Menurutnya, penerbangan yang dibatalkan sektiar 30 persen serta delay lebih banyak lagi, lebih dari 50 persen.

“Kerugian pasti ada namun ini kan force majeur yang dialami semua pihak, ganti rugi pastinya tidak ada karena focer majeur tetapi nantinya maskapai memberikan sejumlah ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana Kabut AsapDarurat AsapKabut Asap
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.