• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Menyedihkan, Bayi Duyung di Thailand Mati Akibat Terpapar Limbah Plastik

by Redaksi Asiatoday
August 17, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menyedihkan, Bayi Duyung di Thailand Mati Akibat Terpapar Limbah Plastik

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Seekor bayi Duyung yang sempat diselamatkan di Thailand awal tahun ini, akhirnya mati mengenaskan pada Sabtu (17/8/2019).

Pihak berwenang setempat, kematian bayi Duyung ini akibat terpapar limbah plastik lantaran potongan sampah plastik menyumbat sistem pencernaannya.

Oleh masyarakat Thailand, Duyung tersebut dinamai Marium, yang berarti “nyonya laut”, berada di bawah pengawasan pihak berwenang Thailand sejak ia ditemukan terdampar di sebuah pantai di provinsi selatan Krabi pada bulan April lalu.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Tim pengawas telah memberi susu dan rumput laut sebelum melepaskannya kembali ke laut beberapa kali. Tetapi, bayi duyung itu selalu kembali dengan membawa luka-luka dari laut.

Pekan lalu, Marium dinyatakan sakit. Ia tidak mau makan dan kehilangan banyak berat badan, kata Nantarika Chansue, salah satu dokter hewan yang merawatnya.

Bayi duyung itu dinyatakan mati oleh Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir sebagaimana diumukankan di halaman Facebook departemen. Tim beranggotakan 10 dokter hewan melakukan autopsi pada Marium. Lima jam setelah sang bayi mati dan mereka menyimpulkan bahwa sampah plastik adalah penyebab kematian Marium.

“Banyak potongan plastik kecil menyumbat ususnya dan menimbulkan peradangan, yang menyebabkan infeksi darah dan radang paru-paru,” kata Nantarika di Facebook, sebagaimana di kutip dari reuters.

“Semua orang sedih dengan kehilangan ini, tetapi kondisi ini menegaskan bahwa kita perlu menyelamatkan lingkungan untuk menyelamatkan hewan laut langka ini.”

Duyung terdaftar sebagai salah satu dari 19 hewan liar yang dilindungi undang-undang Thailand, yang melarang hewan-hewan itu diburu atau diperdagangkan.

Pada Juni, sebuah perhimpunan 10 negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, mengesahkan deklarasi bersama untuk memerangi sampah laut di kawasan tersebut. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Climate ChangeClimate EmergencyDuyung MatiLimbah IndustriMarine CommoditiesOceanSampah plastikSave MarineSave OceanWildlife
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.