• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Meratapi Bencana Ekologi, 200 Model Telanjang Berpose di Laut Kering

by Redaksi Asiatoday
October 19, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Meratapi Bencana Ekologi, 200 Model Telanjang Berpose di Laut Kering

Pemotretan telanjang di Laut Kering yang dirancang fotografer Amerika Serikat (AS), Spencer Tunick.

ASIATODAY.ID, TEL AVIV – Sebuah gerakan kampanye lingkungan yang menyoroti bencana ekologi datang dari ratusan aktivis di Israel.

Sebanyak 200 model telanjang, berbaris di Laut kering untuk pemotretan. Dengan tubuh dicat putih, adegan mereka mengingatkan legenda istri Lot yang akhir hidupnya menjadi tiang garam dengan meratapi hancurnya kota Sodom.

Pemotretan telanjang ini dirancang fotografer Amerika Serikat (AS), Spencer Tunick. Tujuannya untuk menyoroti surutnya permukaan air di Laut Israel. Semua tubuh model dicat warna putih. Gambar diambil dari belakang.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Tunick, yang telah memotret model telanjang di berbagai landmark seperti Sydney Opera House dan gletser di Swiss, kembali ke Laut Mati pada hari Minggu. Dia datang ketiga kalinya untuk memotret ratusan orang telanjang tersebut.

“Saya di sini untuk meningkatkan kesadaran akan surutnya air Laut Mati dan untuk memberi perhatian pada bencana ekologis yang sedang terjadi,” kata Tunick kepada CNN, yang dilansir Selasa (19/10/2021).

Pemotretan akan menguntungkan impian kolaborator Ari Leon Fruchter untuk membangun “museum Laut Mati” di lokasi yang sama dengan pemotretan.

“Dengan menghubungkan isu lingkungan ke tubuh manusia, itu menunjukkan kerentanan tubuh terhadap alam—dan juga, secara berdampingan, kerentanan alam yang disebabkan oleh tubuh,” kata Tunick.

“Manusia dapat memengaruhi laut yang sangat besar. Dan saya pikir menunjukkan penjajaran tubuh ini—sangat rapuh—terhadap Laut Mati, yang sama rapuhnya, akan membawa energi baru untuk pekerjaan dan percakapan orang-orang,” paparnya.

Cat putih, yang diformulasikan untuk pemotretan, dimaksudkan untuk mengingat garam air laut yang padat mineral serta istri Lot dari kitab Kejadian, yang diubah menjadi tiang garam untuk melihat kehancuran Sodom.

Para peserta, semuanya berusia antara 19 hingga 70 tahun, sebagian besar berasal dari Israel dan termasuk wali kota dari kota terdekat. (ATN)

Tags: Bencana EkologiGlobal WarmingSave OceanTel Aviv
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.